BPH Migas Dorong IT Tanjung Uban Jadi Energy Hub Terbesar Asia Tenggara, Mantap!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bintang, Kepri, ruangenergi.com– Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban, Kepulauan Riau, untuk memperkuat perannya sebagai pusat energi (energy hub) strategis, tidak hanya bagi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), tetapi juga kawasan Asia Tenggara. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung target besar pemerintah menuju kemandirian energi nasional.

Sebagai terminal utama yang memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Sumbagut, Sumatera Selatan hingga Kalimantan Barat, IT Tanjung Uban memegang peranan krusial dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan bahwa potensi IT Tanjung Uban masih sangat besar untuk dikembangkan. Terlebih, pemerintah telah menargetkan penghentian impor solar pada semester II 2026 dan impor bensin pada 2027.

“IT Tanjung Uban saat ini sudah menjadi energy hub di Sumbagut. Ke depan, Pertamina harus memiliki visi menjadikannya sebagai energy hub terbesar di Asia Tenggara untuk mendukung kemandirian energi nasional,” ujar Fathul saat kunjungan kerja di Bintan, Kamis (29/1/2026), dikutip dari website BPHMIGAS.

Menurutnya, besarnya potensi tersebut harus diiringi dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan agar pelayanan distribusi BBM terus meningkat seiring kebutuhan energi nasional.

“Tantangannya adalah memastikan distribusi BBM tetap tepat waktu. Ini bisa dilakukan melalui optimalisasi jetty serta simulasi penambahan jumlah kapal, terutama untuk mengantisipasi pendangkalan di TBBM penerima,” jelasnya.

Fathul menambahkan, pengembangan jangka panjang IT Tanjung Uban tidak hanya soal penguatan infrastruktur, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan ketahanan stok BBM nasional. Termasuk membuka peluang kerja sama strategis dalam rangka mewujudkan kemandirian energi.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan distribusi BBM oleh badan usaha jasa logistik, khususnya Elnusa Petrofin, melalui skema Regular, Alternative, dan Emergency (RAE), terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah.

“Keandalan penyaluran BBM harus tetap dijaga. Kita akan menghadapi momen RAFI dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga skenario RAE harus terus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, IT Manager Tanjung Uban, Yohanes Sianturi, memastikan bahwa kapasitas dan keandalan operasional terminal saat ini mampu mencukupi kebutuhan BBM hingga ke tingkat lembaga penyalur dan masyarakat.

“IT Tanjung Uban memiliki kapasitas tangki hingga 402.366 kiloliter dan didukung tujuh jetty yang mampu melayani sekitar tujuh kapal secara bersamaan. Saat ini distribusi ke wilayah timur Sumatera dan Kalimantan Barat berjalan normal tanpa antrean,” ungkap Yohanes.

Hal senada disampaikan Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko. Ia menyebutkan bahwa distribusi BBM dari IT Tanjung Uban sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.

“Untuk IT Tanjung Uban, sampai saat ini distribusi BBM berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan signifikan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Operasi Pertamina Energi Terminal Rangga Raditya, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut I Gusti Bagus Suteja, serta General Manager Elnusa Petrofin, Terdy Supit.