Bravo! EMP Bentu Start Up dan Commissioning Proyek BCP Segat

Riau, ruangenergi.com-KKKS EMP Bentu Limited berhasil menuntaskan pekerjaan start-up dan commissioning Fasilitas Booster Compression Plant (BCP) Segat berkapasitas 60 MMSCFD yang terletak di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Start-up dan commissioning dalam industri gas bumi adalah tahapan pekerjaan yang dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh peralatan dan instalasi berada dalam keadaan siap untuk dioperasikan secara kontinu.

Adapun tujuan Pembangunan BCP Segat adalah untuk menjaga kontinuitas volume produksi gas bumi dari Lapangan Segat yang telah mengalami penurunan tekanan reservoir secara alami.

“Saat ini Proyek BCP akan meningkatkan produksi Gas dari Lapangan Segat sebesar 8 MMSCFD sehingga total saat ini mencapai 42 MMSCFD dan nantinya akan terus dimaksimalkan sesuai dengan kapasitas dari BCP Segat sebanyak 60 MMSCFD,” dikutip dari instagram@skkmigas_sumbagut

Selain untuk kepentingan produksi perusahaan, beroperasinya booster compressor ini juga menimbulkan multiplier effect yang dirasakan oleh Masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti adanya penyerapan tenaga kerja warga setempat, tumbuhnya UMKM baru di area pemukiman yang tidak jauh dari lokasi plant dan sebagainya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan apresiasi kepada EMP Bentu atas keberhasilan menyelesaikan Proyek Booster Compressor Plant (BCP) Segat sehingga dapat onstream pada 2 Februari 2024.

“Saat ini proyek BCP akan meningkatkan produksi gas dari Lapangan Segat sebesar 8 MMSCFD sehingga total saat ini mencapai 42 MMSCFD dan nantinya akan terus dimaksimalkan sesuai dengan kapasitas dari BCP Segat sebesar 60 MMSCFD,” ujar Rikky.

Rikky menambahkan, SKK Migas hingga saat ini juga masih mengawal beberapa kegiatan proyek-proyek lainnya di Grup EMP yaitu BCP Seng dan fasilitas produksi MSTB yang masih dalam proses finalisasi menujuĀ onstream.

“Dalam proyek ini semua pengawasan kami dorong untuk dijalankan sesuai prosedur dan standar keteknikan yang berlaku, sehingga pekerjaan dapat dijalankan dengan aman dan selamat,” kata Rikky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *