Kep.Seribu, Jakarta Utara, ruangenergi.com-Wajah-wajah penuh harap memenuhi Gedung Sekaya Maritim, Pulau Kelapa Dua, pada awal Desember 2025 lalu. Di sana, para nelayan tidak hanya menanti bantuan fisik, tetapi juga sebuah momentum untuk naik kelas.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) kembali menunjukkan taringnya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir. Kali ini, mereka membawa pendekatan berbeda: tidak hanya memberikan “ikan” atau “kail”, tetapi juga mengajarkan cara mengelola “kapal” secara profesional.
Paket Komplit: Alat Tangkap dan Ilmu Manajemen Sebanyak sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kelurahan Pulau Kelapa menjadi sasaran utama program ini. Mereka menerima paket alat tangkap berupa pancing dan benang jaring. Bantuan ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi dan hasil tangkapan saat melaut.
Namun, sorotan utama acara tersebut justru terletak pada sesi edukasinya. Menggandeng Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP), PHE OSES menggelar “kelas khusus” bagi para nelayan.
Materinya bukan soal cara melempar jala, melainkan penguatan kelembagaan. Para nelayan diajarkan tertib administrasi, pencatatan keanggotaan, pengelolaan aset, hingga transparansi keuangan kelompok. Tujuannya jelas: mengubah pola pikir nelayan tradisional menjadi kelompok usaha yang modern dan akuntabel.
Harapan Baru dari Akar Rumput Jaenudin, Ketua KUB Rakit Tiang, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, ilmu yang didapat sama berharganya dengan alat tangkap yang diterima.
“Terima kasih PHE OSES. Selain alat, kami juga mendapat pengetahuan tentang pengelolaan kelompok. Semoga kami semakin produktif dan tangkapan kami juga semakin banyak,” ujar Jaenudin penuh optimisme.
Senada dengan Jaenudin, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pulau Kelapa, Sabeni, menekankan pentingnya penerapan ilmu tersebut. “Semoga bantuan ini berkah, dan ilmu yang dibagikan bisa memperkuat kelompok nelayan di sini,” harapnya.
Strategi Jangka Panjang Langkah PHE OSES ini mendapat apresiasi dari Kasudin KPKP, Nurliaty. Ia menilai kombinasi bantuan fisik dan edukasi adalah kunci kesejahteraan. “Penguatan pengetahuan menjadi kunci. Ini yang akan meningkatkan kesejahteraan nelayan secara umum,” tuturnya.
Sementara itu, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang perusahaan untuk masyarakat.
“Kami percaya nelayan bukan hanya butuh alat, tapi juga fondasi organisasi yang kuat. Kami ingin mereka mandiri, produktif, dan optimistis menatap masa depan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan ekosistem laut,” tegas Indra.
Melalui program ini, PHE OSES—yang beroperasi di bawah Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina—membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata membangun kemandirian masyarakat di wilayah operasinya.

