Jakarta, ruangenergi.com— PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya, PT Pendopo Energi Batubara (PEB), resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT RMK Energy Tbk (RMKE) untuk mengembangkan infrastruktur pertambangan serta mengoptimalkan logistik batubara di Sumatera Selatan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada 11 Maret 2026. MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PEB Maringan M. Ido Hotna Hutabarat dan Direktur Utama RMKE Vincent Saputra.
Kerja sama ini dirancang untuk mensinergikan kekuatan kedua perusahaan dalam memperkuat rantai pasok batubara dari tambang hingga pelabuhan. Dalam skema tersebut, RMKE akan membangun sejumlah infrastruktur logistik penting yang menghubungkan wilayah tambang PEB dengan jaringan logistik milik RMKE, mulai dari jalan hauling, stasiun muat, stasiun bongkar hingga fasilitas pelabuhan.
Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, PEB juga berkomitmen untuk mengalokasikan produksi batubaranya kepada RMKE dalam skema jual beli yang akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian definitif.
Secara rinci, kerja sama ini mencakup pembangunan jalan akses dan stasiun muat di kawasan strategis yang dekat dengan area tambang PEB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Infrastruktur tersebut nantinya akan menjadi aset milik RMKE, namun dapat dimanfaatkan oleh PEB untuk mendukung operasional pertambangannya.
Selain itu, RMKE juga akan mengintegrasikan sistem logistik kereta api melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna memastikan pengangkutan batubara dari tambang menuju pelabuhan berlangsung lebih efisien.
Selama memanfaatkan fasilitas infrastruktur yang dibangun RMKE, PEB juga sepakat untuk menggunakan jasa pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman dan penjualan batubara, baik kepada RMKE maupun pihak ketiga.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam memperluas jangkauan layanan logistik batubara di Sumatera Selatan.
“Dengan membangun infrastruktur yang terintegrasi langsung dengan tambang PEB, kami tidak hanya meningkatkan volume angkutan dan penjualan batubara Perseroan, tetapi juga memberikan solusi logistik yang efisien bagi mitra kami,” ujar Vincent.
Ia menambahkan, PEB merupakan salah satu dari lima klien baru yang akan terhubung dengan fasilitas logistik RMKE. Penambahan klien ini diharapkan dapat mendukung target kinerja perusahaan, yakni volume jasa pengangkutan batubara sebesar 12,7 juta ton dan target penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton.
Sementara itu, Direktur Utama PEB, Maringan M. Ido Hotna Hutabarat, menilai kolaborasi ini akan memperkuat kelancaran distribusi batubara perusahaan.
“Sinergi dengan RMKE akan memastikan alur distribusi batubara kami berjalan lancar. Dukungan infrastruktur logistik yang andal sangat krusial bagi operasional PEB, dan kami yakin kemitraan ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi kedua belah pihak,” katanya.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan pentingnya integrasi antara sektor pertambangan dan logistik untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok batubara nasional, khususnya di Sumatera Selatan yang merupakan salah satu sentra produksi batubara terbesar di Indonesia.


