Capai Target Swasembada Energi, SKK Migas Upayakan Peningkatan Produksi Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa ada upaya dalam peningkatan produksi migas yang dilakukan dengan menyiapkan target jangka pendek, menengah, hingga panjang demi capai target swasembada energi.

Dalam jangka pendek, SKK Migas menargetkan peningkatan pengeboran sumur dari 1.000 menjadi 1.200-1.300 sumur. Aset-aset yang memiliki cadangan besar akan difokuskan untuk eksplorasi agar segera diproduksi.

“Jadi misalnya pengeboran workover, well service itu harus agresif. Kalau sekarang kita targetkan di sekitar 1.000 sumur misalnya, kita harus meningkatkan pengeboran jauh lebih dari itu, sehingga saat ini mungkin jangka pendeknya kita harus dari 1.000 harus sudah naik ke 1.200 atau 1.300 sumur,” ucap Dwi di Kantor SKK Migas, Wisma Mulia, Selasa (29/10/2024).

Selain eksplorasi baru, kata dia, SKK Migas juga melihat potensi pada temuan cadangan lama yang belum dikembangkan. Potensi ini merupakan lapangan-lapangan yang sudah teridentifikasi sebelumnya namun belum mendapat perhatian lebih. SKK Migas menilai bahwa investasi sebelumnya pada aset-aset ini perlu segera dimanfaatkan.

“SKK Migas juga akan meningkatkan cadangan pemulihan teknologi, mulai dari pemulihan primer dan sekunder, hingga pemulihan tersier menggunakan teknologi EOR berbasis kimia. Dengan teknologi ini, diperkirakan pemulihan minyak dapat mencapai 50%, meski biayanya cukup tinggi. Namun Pemerintah berkomitmen untuk mendukung hal ini melalui insentif fiskal,” paparnya.

Di sisi lain, lanjut Dwi, Plan of Development (POD) untuk sekitar 74 proyek migas yang belum berstatus proyek aktif juga akan digenjot. K3S diharapkan dapat mempercepat pengembangan proyek ini untuk memberikan kontribusi pada ketahanan energi nasional, meskipun beberapa di antaranya memerlukan insentif tambahan.

“Kemudian yang ketiga adalah kita punya POD atau Plan of Development yang belum menjadi project. Nah ini yang kita dorong, kita kejar itu ada sekitar 74 POD jadi. Tetapi ini sebagian besar. Sekarang sudah mulai banyak yang minta. Hitung hitung kembali revisit untuk minta insentif,” tukasnya.

SKK Migas juga akan mengatasi masalah idle well atau sumur-sumur yang terabaikan. Sumur ini memiliki potensi yang bisa digarap dengan teknologi yang lebih canggih. Identifikasi sumur-sumur ini telah dilakukan, dan SKK Migas siap berdiskusi dengan K3S untuk memastikan pemanfaatannya.

“Nah kita di 2024 ini sudah punya senjata untuk menekan itu. Kalau yang selama ini kan K3S tidak mengembangkan, ya sudah kita hanya mengimbau, tapi kita tidak punya alat mem pressure-nya. Nah sekarang sudah ada Permen Nomor 110 Tahun 2024 yang membuat yang menetapkan hal tersebut,” pungkasnya.(SF)