Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi di bawah Subholding Upstream Pertamina, memulai langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas Wireline Services melalui program Technology Access Enablement and Delivery to Elnusa. Inisiatif ini menjadi bagian dari agenda transformasi perusahaan 2026 bertema “Rediscover Technology & Innovation Edge”, yang menempatkan teknologi sebagai fondasi pengembangan layanan dan daya saing.
Melalui kemitraan tersebut, Elnusa memperoleh akses terhadap advance wireline open hole dan cased hole logging tools. Akses teknologi ini dinilai krusial dalam memperluas portofolio layanan, sekaligus menjawab kebutuhan industri hulu migas yang semakin kompleks.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi berkelanjutan untuk memperluas cakupan layanan Wireline Services.
“Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses terhadap teknologi open hole tools, tetapi juga memperkuat kompetensi dan kapasitas internal Elnusa melalui pendekatan capacity building yang terstruktur. Jika sebelumnya layanan lebih berfokus pada cased hole logging, kini Elnusa memperluas kapabilitas ke advance open hole logging, sehingga portofolio layanan menjadi semakin komprehensif dan bernilai tambah bagi pelanggan,” ujarnya.
Skema kerja sama ini dirancang secara bertahap untuk memastikan proses alih teknologi berjalan efektif dan terukur. Selain memperluas akses teknologi, Elnusa juga menargetkan penguatan prosedur kerja dan pengembangan talenta internal agar mampu mengoperasikan advance tools secara mandiri dan berkesinambungan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengelola risiko operasional secara optimal sekaligus meningkatkan efisiensi proyek. Dalam jangka panjang, strategi ini memperkuat posisi Elnusa dalam menghadirkan *operational excellence* dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi pelanggan serta pemegang saham.
Program ini juga menandai babak baru kolaborasi Elnusa dengan PT Schlumberger Geophysics Nusantara, afiliasi dari SLB. Direktur PT Schlumberger Geophysics Nusantara, Armando Ballesteros, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung proses alih teknologi dan peningkatan kompetensi sebagai bagian dari kolaborasi jangka panjang bersama Elnusa.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen Elnusa, SLB, serta perwakilan Pertamina Group, termasuk PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, Pertamina Regional 1 dan Regional 2, serta Divisi Upstream Innovation (UI), Subsurface Development & Resources Evaluation (SDRE), dan Exploration Technology (ETEC).
Rangkaian acara diawali dengan sesi berbagi wawasan terkait teknologi pengelolaan Migas Non Konvensional (MNK) dan Multi-Stage Fracturing (MSF), dilanjutkan dengan pemaparan perjalanan kolaborasi Elnusa dan SLB yang telah terjalin sejak 1985, sebelum ditutup dengan prosesi penandatanganan kerja sama.
Momentum tersebut berlanjut dalam suasana Safari Ramadan dan buka puasa bersama, menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat kemitraan lintas entitas sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dengan dimulainya fase awal program ini, Elnusa mempertegas perannya sebagai penyedia layanan hulu migas berbasis teknologi. Langkah tersebut dinilai strategis dalam memperkuat kapabilitas nasional di bidang jasa *wireline*, sekaligus mendukung agenda ketahanan energi melalui penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pertamina Group dan industri energi Indonesia.


