Catat Ya, Injeksi Kimia Resmi Diuji di Lapangan Meruap, Harapan Baru Dongkrak Produksi Minyak Jambi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Sarolangun, Jambi, ruangenergi.com – Upaya mendongkrak kembali produksi minyak tua di Sumatra kembali mendapat napas baru. Pada Februari 2026, dilakukan peresmian Field Trial (FT) Injeksi Kimia di Lapangan Meruap, wilayah kerja yang berada di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi .

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Enhanced Oil Recovery (EOR) atau perolehan tahap lanjut yang diinisiasi Divisi Pengembangan Lapangan & PLPTL, sebagai jawaban atas tren penurunan produksi alamiah lapangan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade.

Informasi yang diterima ruangenergi.com, Lapangan Meruap memiliki luas wilayah kerja sekitar ±245,9 km² dengan total 77 sumur per Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 50 sumur aktif berproduksi, 7 sumur injeksi, 19 sumur suspended, dan 1 sumur abandoned .

Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Pertamina EP dan BWP Meruap telah berjalan sejak Juli 2014 dan akan berlangsung hingga September 2035 . Dalam perjalanannya, lapangan ini juga mencatatkan berbagai penghargaan, mulai dari Proper Hijau KLHK hingga Patra Nirbhaya Karya, menandakan komitmen pada aspek lingkungan dan keselamatan kerja .

Secara historis, produksi puncak (peak production) Lapangan Meruap pernah menyentuh sekitar 5.000 BOPD pada 2010 (primary recovery). Pada periode secondary recovery di bawah BWPMeruap tahun 2015, produksi puncak berada di kisaran 2.500 BOPD . Saat ini, injeksi air rata-rata mencapai ±6.500 BWIPD sebagai bagian dari upaya mempertahankan tekanan reservoir .

Namun, seperti banyak lapangan migas matang lainnya, tantangan penurunan produksi tetap membayangi.

Field trial kali ini menguji tiga pola (pattern) injeksi kimia dengan variasi metode dan konsentrasi. Dua pola menggunakan skema SeMAR dengan konsentrasi kimia 0,5%, sementara satu pola menggunakan metode RCT dengan konsentrasi 2% .

Target injeksi kimia dirancang sebesar 0,1 pore volume (PV), dengan laju injeksi 1.000 BWIPD . Estimasi recovery factor (RF) menunjukkan potensi peningkatan sebesar 5,5% pada pola SeMAR dan hingga 11% pada pola RCT .

Secara teknis, tahapan injeksi meliputi:

* Pre-flush: injeksi air dan KCL (untuk skema SeMAR)
* Main-flush: injeksi kimia dan KCL disertai soaking/cycling
* Post-flush: injeksi air kembali untuk mendorong fluida ke zona produksi

Pendekatan ini bertujuan memperbaiki efisiensi sapuan (sweep efficiency) di reservoir dan memobilisasi sisa minyak yang terperangkap di pori-pori batuan.

Peresmian FT ini bukan sekadar seremoni teknis. Ia menjadi simbol pergeseran strategi pengelolaan lapangan tua: dari sekadar mempertahankan produksi menjadi mengoptimalkan potensi sisa cadangan dengan teknologi kimia.

Dengan fasilitas yang telah tersedia—dua block station berkapasitas ±10 ribu barel serta stasiun pengumpul utama ±20 ribu barel—Lapangan Meruap dinilai siap mendukung program injeksi kimia secara terukur .

Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin Lapangan Meruap akan menjadi model implementasi EOR kimia untuk lapangan-lapangan sejenis di wilayah Sumatra dan nasional.

Di tengah target peningkatan produksi nasional dan tantangan natural decline, Meruap kini menjadi laboratorium lapangan—tempat teknologi, optimisme, dan kebutuhan energi bertemu dalam satu momentum strategis.