Catat Ya, PEP Sangasanga Field Lampaui Target RKAP Awal 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Sangasanga,Kaltim, ruangenergi.com — PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mencatat realisasi produksi sebesar 104,02 persen dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada awal tahun 2026. Capaian ini melanjutkan tren positif produksi yang telah terjaga sepanjang 2025.

Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, mengatakan lapangan yang dikelola perusahaan merupakan brown field yang secara alami menghadapi tren penurunan produksi. Namun, melalui penerapan inovasi dan teknologi, perusahaan mampu meningkatkan kinerja produksi.

Hingga 31 Januari 2026, akumulasi produksi month to date (MTD) tercatat mencapai 5.257 barel per hari (bph).

Sigid menyebutkan, sepanjang 2025 realisasi produksi menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan 10 persen untuk minyak dan 11,4 persen untuk gas bumi. Menurutnya, berbagai tantangan pengelolaan brown field dihadapi melalui penerapan inovasi dan optimalisasi operasi.

Pada awal Januari 2026, PEP Sangasanga Field juga berhasil mengebor sumur pengembangan NKL-1183 yang menambah produksi minyak sebesar 420 bph, sehingga produksi lapangan sempat mencapai 5.875 bph.

Selain produksi minyak, penjualan gas juga menunjukkan kinerja positif. Realisasi penjualan gas tercatat sebesar 5,44 mmscfd atau setara 108,8 persen dibandingkan target Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Perusahaan juga mengoptimalkan sistem kelistrikan wilayah Selatan Mahakam melalui penggunaan Gas Engine Genset (GEG) untuk menurunkan potensi blackout akibat gangguan listrik.

PEP Sangasanga Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, PEP Sangasanga Field menjalankan operasi hulu migas dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan optimistis dapat menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional dan ketahanan energi.