Catat Ya! Senin Ini, Presiden Prabowo Diagendakan ke Kaltim Resmikan Kilang RDMP Balikpapan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com-Tonggak sejarah baru bagi ketahanan energi Indonesia segera tercipta. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan meresmikan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan secara langsung pada Senin, 12 Januari 2026.

Informasi yang diterima ruangenergi.com, dalam kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo tidak sendirian. Beliau akan didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman.

Kehadiran Kepala Negara di Balikpapan menegaskan betapa strategisnya posisi kilang ini. Bukan sekadar pabrik minyak, RDMP Balikpapan adalah “benteng” baru kemandirian energi nasional yang menelan investasi fantastis setara Rp123 triliun.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2019 ini bukan sekadar renovasi biasa. RDMP Balikpapan adalah perombakan total yang memodernisasi kilang existing menjadi infrastruktur energi kelas dunia yang terintegrasi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa proyek ini dibangun dengan visi jangka panjang.

“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026),seperti diterima ruangenergi.com

Baron menambahkan, kehadiran kilang ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi bangsa.

Tiga Jurus Pembangunan Kilang Raksasa

Kemegahan RDMP Balikpapan tidak terbangun dalam semalam. Ada tiga lingkup utama (scope) pembangunan yang saling terhubung yang membuat kilang ini menjadi “monster” energi baru Indonesia:

  1. Fondasi Awal yang Kokoh: Dimulai dengan early work yang mencakup 16 paket pekerjaan, mulai dari pematangan lahan hingga infrastruktur dasar. Ini adalah tahap krusial demi keselamatan dan kelancaran konstruksi.

  2. Jantung Pengolahan Baru: Pertamina membangun fasilitas utama yang mencakup 39 unit! Rinciannya terdiri dari 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung. Tak hanya itu, 4 unit fasilitas lama direvitalisasi—termasuk unit distilasi dan hydrocracking—agar mampu menghasilkan BBM berkualitas tinggi yang ramah lingkungan serta produk petrokimia.

  3. Raksasa Penyimpanan & Penyaluran: Di sisi logistik, dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel telah berdiri gagah. Pertamina juga membangun jaringan pipa darat dan laut (offshore) raksasa, serta fasilitas sandar kapal Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker superbesar berukuran hingga 320.000 DWT (Deadweight Tonnage).

Menuju Net Zero Emission

Beroperasinya RDMP Balikpapan juga menjadi bukti komitmen Pertamina dalam transisi energi. Dengan kemampuan memproduksi BBM standar tinggi, kilang ini berkontribusi langsung pada pengurangan emisi karbon, mendukung target Net Zero Emission 2060, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Langkah strategis ini dijalankan Pertamina dengan tata kelola Environmental, Social & Governance (ESG) yang ketat, di bawah koordinasi bersama Danantara Indonesia.

Kini, mata Indonesia tertuju ke Balikpapan. Senin nanti, tombol sirine akan ditekan, menandai babak baru kemandirian energi di tangan anak bangsa.