Catatan Redaksi: Memerdekakan Energi dari Beban Subsidi

Jakarta,ruangenergi.com- Bulan Agustus bagi bangsa Indonesia adalah bulan bersejarah. Betapa tidak, di bulan Agustus 1945, Soekarno-Hatta memproklamirkan Indonesia bebas dari belenggu penjajah. Merdeka!

Bicara soal merdeka, dari sisi energi tentulah menarik untuk diulas di sini. Merdeka dari sisi energi, atau “energi merdeka,” mengacu pada keadaan di mana suatu negara mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan energinya tanpa harus terlalu bergantung pada impor energi dari negara lain. Ini mencakup memiliki sumber daya energi yang cukup dan diversifikasi sumber energi yang memadai untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Energi merdeka memberikan beberapa keuntungan strategis bagi sebuah negara, termasuk:

  1. Keamanan Energi: Dengan memiliki kemandirian energi, negara dapat mengurangi risiko ketidakstabilan pasokan energi dari luar, terutama dalam situasi krisis atau konflik internasional.
  2. Kedaulatan Energi: Negara dapat memiliki kontrol lebih besar atas kebijakan energi dan keputusan yang terkait dengan sumber daya energi tanah airnya, yang mendukung kedaulatan nasional secara keseluruhan.
  3. Stabilitas Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada impor energi dapat membantu menghindari fluktuasi harga energi di pasar internasional, sehingga memberikan stabilitas ekonomi dan mengurangi dampaknya pada inflasi dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Lingkungan Hidup yang Lebih Bersih: Kemandirian energi memungkinkan negara untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam mengadopsi teknologi energi terbarukan dan ramah lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global.

Untuk mencapai kemandirian energi, suatu negara perlu melakukan berbagai langkah strategis, seperti:

  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya energi dalam negeri, termasuk eksplorasi dan produksi sumber daya alam yang dimiliki negara tersebut.
  • Mengembangkan dan memanfaatkan potensi energi terbarukan secara maksimal, seperti tenaga surya, angin, hidro, dan biomassa.
  • Meningkatkan efisiensi energi di berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, dan rumah tangga, untuk mengurangi pemborosan energi.
  • Menerapkan kebijakan energi nasional yang mendukung diversifikasi sumber energi dan investasi dalam sektor energi.
  • Mendorong inovasi teknologi energi untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan yang lebih tinggi.

Mencapai energi merdeka adalah tujuan yang penting bagi banyak negara, dan langkah-langkah untuk mencapainya harus diarahkan pada menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan, aman, dan mandiri.

Di sisi lain, perlu juga dipikirkan oleh para petinggi negeri ini, bagaimana PT Pertamina (Persero) dibebaskan dari beban subsidi.

Kenapa sih Pertamina tidak mengusulkan ke Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN untuk melepaskan saja tugas public service obligation (PSO) atau barang subsidi dari tubuh perusahaan tersebut?

Mungkin perlu dipikirkan, agar dibentuk badan usaha sendiri special urus barang subsidi, termasuk urusan gas dan bahan bakar minyak. Berani? Semoga.

Godang Sitompul, Pemimpin Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *