Delapan Kali Beruntun, SKK Migas Kembali Torehkan Gold Rank ASRRAT, Mantap!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Nusa Dua, Bali — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali meraih Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 untuk Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report). Penghargaan ini menjadi raihan emas kedelapan bagi SKK Migas sejak pertama kali mengikuti kompetisi tersebut.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa penghargaan ini memperkuat konsistensi lembaga dalam mengelola isu keberlanjutan di tengah upaya peningkatan produksi dan lifting migas nasional.

“Upaya keberlanjutan tetap menjadi prioritas karena rencana strategis SKK Migas tidak hanya memuat peningkatan produksi, tetapi juga mendukung target net zero emission,” ujarnya usai menerima penghargaan, Jumat (27/11/2025).

ASRRAT merupakan ajang penilaian tahunan yang diselenggarakan National Center for Corporate Reporting (NCCR) terhadap laporan keberlanjutan berbagai organisasi di Asia. Tahun ini, sebanyak 82 perusahaan dan organisasi mengikuti penilaian yang dilakukan oleh para juri dari kalangan akademisi bersertifikasi di bidang sustainability reporting. Laporan dinilai berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI).

Djoko menjelaskan bahwa industri hulu migas telah menjalankan sejumlah inisiatif pengurangan emisi, antara lain peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi metana, minimalisasi gas suar hingga target Zero Flaring, serta pengembangan proyek Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Beberapa proyek CCUS seperti Ubadari (Tangguh) dan Next Abadi Masela disebut telah menunjukkan progres, sementara teknologi injeksi CO₂ sebelumnya juga telah diterapkan pada lapangan Sukowati dan Banyu Urip.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang besar dan telah didukung oleh regulasi yang memadai. SKK Migas juga telah menerbitkan Pedoman Tata Kerja (PTK) sebagai acuan bagi KKKS dalam merencanakan dan melaksanakan proyek CCS/CCUS secara akuntabel.

Djoko menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan tetap diperlukan untuk mewujudkan proyek CCS/CCUS secara optimal. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi SKK Migas dan KKKS untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan dalam kegiatan hulu migas.