Dialog Strategis Menteri Keuangan Purbaya Sadewa dan INPEX Bahas Proyek Masela

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pertemuan strategis berlangsung ketika Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menerima jajaran manajemen INPEX Masela, Ltd. yang dipimpin Presiden Direktur Kenji Hasegawa. Agenda utama: membahas perkembangan proyek LNG Abadi di Blok Masela yang menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia Timur.

Dalam diskusi yang bertajuk:Debottlenecking Session Discusses LNG Investment in Masela Block – February 24, 2026, Kenji Hasegawa menyampaikan bahwa minat pasar domestik terhadap potensi pasokan gas Masela menunjukkan sinyal positif. Sejumlah perusahaan nasional disebut telah menyatakan ketertarikan dan pembahasan kini bergerak menuju tahap indikasi harga serta skema komersial.

“Kami berharap pada pertengahan tahun sudah ada gambaran lebih jelas mengenai harga dan kondisi komersialnya,” ungkap Hasegawa dalam pertemuan itu.

Menariknya, perusahaan-perusahaan domestik tersebut masuk secara individual, bukan dalam bentuk konsorsium, sehingga proses negosiasi dilakukan satu per satu sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing pembeli.

Selain aspek pasar, pembahasan juga menyentuh isu kewajiban terhadap pemerintah, khususnya terkait kawasan kehutanan di wilayah proyek.

Pihak INPEX menjelaskan bahwa proses administrasi utama telah rampung pada 13 Februari dan pengajuan resmi telah disampaikan pada 20 Februari. Saat ini, perusahaan menunggu pembentukan tim oleh Gubernur Maluku untuk melakukan survei lapangan dan menghitung nilai kompensasi kepada pihak ketiga yang terdampak.

Hal ini bukan dalam konteks pembebasan lahan langsung, melainkan penyelesaian kompensasi di kawasan hutan yang menjadi bagian dari tahapan pengembangan proyek.

Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menekankan pentingnya kepastian regulasi, tata kelola, serta kejelasan fiskal agar proyek strategis nasional ini dapat bergerak menuju tahap keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID).

Proyek Masela diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung produksi LNG Indonesia di masa depan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Selain potensi penerimaan negara, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Pertemuan tersebut mencerminkan komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan investor global. Jika seluruh tahapan administratif dan komersial berjalan sesuai rencana, pertengahan tahun bisa menjadi momentum penting untuk memperjelas arah investasi proyek Masela.

Dengan sinyal positif dari pasar domestik dan dukungan kebijakan fiskal yang kuat, Masela kini memasuki fase krusial menuju realisasi penuh proyek energi raksasa tersebut.