Dirut Pertamina Drilling: Hulu Migas Tetap Jadi Tulang Punggung Energi di Tengah Transisi Global

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Di tengah gencarnya agenda transisi energi dunia, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai masih akan memegang peran vital sebagai penopang utama kebutuhan energi global dalam beberapa dekade mendatang.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, saat menjadi pembicara dalam Scope Upstream Excellence Forum bertema “Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi” di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut Avep, meskipun energi baru dan terbarukan (EBT) terus berkembang, realitas kebutuhan energi dunia saat ini masih sangat bergantung pada minyak dan gas bumi.

“Industri hulu migas tetap menjadi tulang punggung energi global. Tugas kami adalah memastikan setiap sumur dideliver secara aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan dan swasembada energi nasional,” ujar Avep.

Ia menjelaskan, arah pengembangan energi dunia ke depan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni energy security dan dekarbonisasi. Keduanya berjalan beriringan dan menuntut industri migas untuk terus beradaptasi.

Mengutip OPEC World Oil Outlook 2025, Avep memaparkan bahwa hingga 2050 sekitar 50 persen kebutuhan energi global masih akan ditopang oleh minyak dan gas bumi. Fakta ini menunjukkan bahwa peran migas belum akan tergantikan sepenuhnya dalam waktu dekat.

“Transisi energi bukan berarti meninggalkan migas. Justru di sinilah peran strategis industri hulu untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dengan emisi yang semakin rendah,” jelasnya.

Menjawab tantangan tersebut, Pertamina Drilling mengusung strategi pertumbuhan ganda (dual-growth strategy). Di satu sisi, perusahaan terus meningkatkan efisiensi dan kinerja pengeboran migas, di sisi lain mulai aktif masuk ke bisnis dekarbonisasi.

“Kami tidak hanya mengembangkan teknologi pengeboran yang lebih efisien, tetapi juga menginisiasi green drilling, keterlibatan dalam proyek panas bumi, serta pengembangan carbon capture, storage, and sequestration (CCS),” kata Avep.

Dalam konteks nasional, tren kebutuhan energi Indonesia dinilai masih sejalan dengan dinamika global. Proyeksi hingga 2034 menunjukkan pertumbuhan kebutuhan energi nasional sekitar 5 persen per tahun, dengan bauran energi yang masih didominasi migas dan batu bara, meski kontribusi EBT terus meningkat.

“Kondisi ini menuntut perusahaan jasa migas untuk adaptif, mampu menjawab kebutuhan energi hari ini sekaligus menyiapkan diri menghadapi masa depan,” tegasnya.

Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sekitar 57 rig, terdiri dari 53 rig onshore, dua rig offshore jenis jack-up, serta dua rig offshore workover yang beroperasi di wilayah Jawa dan Sumatera. Perusahaan juga menjalin strategic alliance dengan ADES, perusahaan jack-up rig terbesar dari Timur Tengah, termasuk rencana pengoperasian rig di Natuna.

Selain itu, Pertamina Drilling didukung lebih dari 110 unit jasa penunjang pengeboran, mulai dari directional drilling, fracturing, hingga cementing. Dengan konsep one-stop solution berbasis integrated project management, perusahaan menargetkan diri menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi kelas dunia.

“Dengan pengalaman panjang di onshore, Pertamina Drilling merupakan salah satu pemilik armada rig onshore terbesar di Asia Tenggara dan telah beroperasi dari Sumatera hingga Papua,” ungkap Avep.

Tak hanya di dalam negeri, Pertamina Drilling juga mulai melakukan ekspansi internasional ke Malaysia dan Timor Leste, serta menjajaki peluang kerja sama di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Forum ini turut dihadiri jajaran pimpinan Subholding Upstream Pertamina, di antaranya Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Mery Luciawaty, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PHE Eri Sulistyo Sutikno, serta Direktur Utama PT Elnusa Tbk Litta Indriya Ariesca.

Melalui forum ini, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upstream excellence, mendukung agenda swasembada energi nasional, serta berperan aktif dalam mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan.