Disaksikan Presiden Prabowo, Pertamina–Halliburton Teken MoU Pemulihan Lapangan Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Washington D.C., USA, ruangenergi.com — PT Pertamina (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan perusahaan jasa energi global Halliburton. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan President Director Halliburton Indonesia Ankush Balla, serta disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari 11 MoU investasi yang diteken dalam rangkaian Indonesia–US Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah konkret memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat, khususnya di sektor energi.

Dalam forum US–Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo menegaskan optimismenya terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar yang telah dinegosiasikan intensif selama beberapa bulan terakhir.

“Kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden, seraya menyebut perjanjian tersebut berpotensi menjadi pendorong utama penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Presiden juga menilai berbagai kesepakatan yang tercapai, baik antar pemerintah maupun pelaku usaha, merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan perdagangan sekaligus memperluas peluang investasi.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan kerja sama dengan Halliburton merupakan strategi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi migas domestik. Fokus utama kolaborasi ini adalah menghidupkan kembali lapangan-lapangan minyak yang telah mengalami penurunan produksi alami (natural decline).

Menurut Simon, teknologi oilfield recovery akan membantu meningkatkan output lapangan mature, sekaligus mendorong transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan standar operasi global. Ia menilai sinergi dengan mitra internasional berpengalaman akan mempercepat implementasi teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan solusi pengeboran yang lebih efisien.

“Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global, kami optimistis lapangan-lapangan mature dapat kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global yang memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.