Distribusi BBM dan LPG di Sintang Terganggu, Ditjen Migas Lakukan Pemantauan Langsung

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pontianak, Kalbar, ruangenergi.com — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU serta kekhawatiran masyarakat memperoleh LPG tabung 3 kilogram terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akibat gangguan distribusi pasokan energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi melakukan pemantauan langsung untuk memastikan pasokan dan penyaluran BBM serta LPG kembali normal. Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman meninjau Integrated Terminal Pontianak guna mengevaluasi kondisi distribusi dan percepatan penyaluran.

“Kami hadir langsung di Pontianak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dan solusi cepat,” kata Laode.

Berdasarkan data infrastruktur energi di Kalimantan Barat, distribusi didukung fasilitas seperti Integrated Terminal Pontianak, Fuel Terminal Sintang, dan Fuel Terminal Ketapang. Jaringan penyaluran mencakup 151 SPBU, 116 agen LPG 3 kg, dan 4.280 pangkalan LPG. Kapasitas penyimpanan regional Kalimantan tercatat sekitar 526.479 kiloliter BBM dan 7.720 metrik ton LPG.

Namun, distribusi sempat terhambat karena kendala operasional, antara lain tidak beroperasinya jobber di wilayah Sanggau dan pendangkalan alur Sungai Melawi yang memengaruhi penyaluran BBM ke sejumlah daerah, khususnya Sintang.

Sebagai langkah penanganan, Ditjen Migas bersama badan usaha melakukan mitigasi dengan mengoptimalkan suplai dari Integrated Terminal Pontianak, menambah armada mobil tangki dari wilayah lain, mengoptimalkan sumber daya manusia, serta menyiapkan empat titik peristirahatan logistik.

Selain itu, distribusi energi di wilayah Kalimantan didukung sekitar 739 unit mobil tangki BBM dan 104 unit skid tank LPG untuk melayani kebutuhan masyarakat dan sektor industri.

Laode menegaskan pemerintah terus memantau kondisi lapangan dan memastikan seluruh pihak terkait mempercepat normalisasi distribusi. Pemerintah optimistis pasokan BBM dan LPG 3 kilogram di Sintang dan wilayah Kalimantan Barat lainnya segera kembali stabil.