Distribusi Energi Pulih, Pertamina Masifkan Penyediaan Akses Air Bersih Untuk Masyarakat di Daerah Bencana Sumatra

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Pertamina (Persero) terus mengakselerasi pemulihan distribusi energi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat (9/1), Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita memaparkan normalisasi distribusi BBM dan LPG yang kini telah mencapai hampir 100 persen di wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan gambaran terkini kondisi lapangan serta memberikan apresiasi atas kolaborasi sektor korporasi dalam masa transisi tanggap darurat ke pemulihan.

“Tantangan terbesar dalam penanganan bencana kali ini adalah terputusnya beberapa urat nadi logistik akibat longsor dan banjir. Kami mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang tidak hanya menunggu jalan terbuka, tetapi aktif menjemput bola dengan mengirimkan BBM dan LPG melalui jalur laut dan udara,” ujar pria yang kerap dipanggil Aam tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa penyediaan air bersih yang dilakukan Pertamina merupakan elemen vital dalam mencegah penyakit pascabencana.

“Kontribusi dalam penyediaan sumur bor dan pengiriman truk air bersih secara rutin sangat membantu BNPB dan pemerintah daerah dalam memastikan standar kesehatan masyarakat di pengungsian tetap terjaga. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan dalam manajemen bencana yang efektif.”, lanjut Aam

Pertamina menggunakan pola Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) untuk menjangkau daerah terisolir. Dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi darat, laut, hingga udara menggunakan pesawat hercules, helikopter dan air tractor untuk menjangkau daerah terisolir.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, layanan energi untuk masyarakat telah berangsur pulih. Sebanyak 406 SPBU di Sumatra Utara & 147 SPBU di Sumatra Barat telah 100% beroperasi.

Sementara untuk wilayah Aceh, sebanyak 151 dari 156 SPBU (97%) telah aktif. “Masih terdapat 5 SPBU yang terkendala akses sehingga belum melayani masyarakat, dan Pertamina telah melakukan upaya untuk penyediaan di wilayah terdekat serta berkoordinasi dengan Pemerintah dalam upaya pemulihan akses.

Tak hanya fokus pada pemulihan distribusi energi, Pertamina juga mengerahkan upaya penyediaan akses air bersih untuk kebutuhan dasar masyarakat dengan pendistribusian air bersih ke fasilitas umum dan tempat tinggal masyarakat di wilayah Tamiang, serta program pembuatan sumur bor dan reaktivasi sumur warga.

Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah melakukan reaktivasi 19 sumur bor di wilayah Tamiang dan Aceh Timur, serta membangun sumur bor baru di 4 lokasi strategis lainnya.

“Kemarin, kami juga baru saja memberangkatkan 7 tim bor lengkap ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya. Selain itu, 15 truk air bersih dikirimkan setiap hari dengan total volume mencapai 2.2 juta liter,” jelas Arya.

Sejak tahap tanggap darurat, Pertamina juga telah menyalurkan bantuan berupa energi sejumlah 1.578 tabung LPG, 653 Kilo Liter BBM (Dexlite, Pertamax, Avtur) untuk genset, alat berat, ambulans, pesawat logistik dan lain sebagainya, termasuk penyediaan 12 unit genset dan 15 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil.

Pada aspek kesehatan & kebutuhan logistik masyarakat, Arya menyampaikan Pertamina telah melayani lebih dari 1.500 warga di 4 posko kesehatan yang tersebar di Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur dan Sibolga. “Kami mengerahkan 28 dokter dan 56 perawat dari Anak Perusahaan Pertamina,” ujar Arya.

Arya menambahkan dari 6 Posko Pertamina Peduli yang didukung oleh total 508 orang relawan, menyuplai kebutuhan pokok dan bahan makanan ke 111 dapur umum dan 164 posko lainnya yang tersebar di 3 provinsi.

Menutup konferensi pers, Arya menegaskan komitmen Pertamina untuk terus bersinergi dengan BNPB, TNI, POLRI, Pemerintah dan masyarakat.

“Setiap tetes air bersih dan setiap liter bahan bakar yang tersalurkan adalah simbol harapan untuk bangkit kembali. Kami akan terus bersama masyarakat di lokasi bencana, melayani dengan sepenuh hati.”

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.