Jakarta, ruangenergi.com – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, meresmikan Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (1/3/2026). Peresmian semakin memperkuat optimisme peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan yang semakin matang (mature).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP – Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap) sebagai bagian dari upaya optimalisasi produksi melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR). Program ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target lifting minyak yang terus ditingkatkan pemerintah.
General Manager KSO BWP Meruap, Ani Surakhman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan penuh dari SKK Migas yang telah membantu terlaksananya peresmian FT Injeksi Chemical, mulai dari proses awal hingga bantuan teknis sehingga dapat dilakukan sesuai dengan tata waktu yang telah ditargetkan.
”Kepala SKK Migas hadir langsung disini memberikan sebuah suntikan semangat bagi kami untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proyek ini merupakan field trial pertama di area Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Pertamina EP, sehingga diharapkan menjadi model pengembangan EOR pada lapangan-lapangan sejenis.
Sementara itu dalam sambutannya, Djoko Siswanto menjelaskan bahwa Lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap produksi ketiga dan tergolong lapangan mature, dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut. “Pelaksanaan field trial ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi chemical yang lebih komprehensif di lapangan-lapangan mature di Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proyek FT Injeksi Chemical ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting, mengurangi ketergantungan terhadap eksplorasi berisiko tinggi, serta menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional di tengah dinamika energi global.
Djoko juga mengingatkan agar semua tim yang bekerja pada seluruh kegiatan Injeksi Chemical dapat melaksanakan tugas dengan menjunjung tinggi prinsip Health, Safety, and Environment.
”Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas yang tidak dapat ditawar,” pungkasnya.
Lapangan Meruap merupakan lapangan PT Pertamina EP yang di kerjasamakan dengan BWP Meruap dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) telah dimulai sejak Juli 2014, dengan produksi puncak mencapai sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahap produksi primer dan sekitar 2.500 BOPD pada tahap sekunder. Penerapan field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO ini diharapkan dapat meningkatkan perolehan hidrokarbon yang dapat diproduksikan secara ekonomis hingga sekitar ±16% melalui 16 sumur, yang terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi. Selain itu, kegiatan ini juga ditargetkan dapat memberikan tambahan cadangan sekitar 50 ribu barel volume minyak serta menghasilkan penambahan produksi menjadi 280 BOPD, atau meningkat lebih dari 50% dari baseline produksi saat ini sebesar 180 BOPD untuk ketiga pattern tersebut.


