pltgsambera2

DPR Dukung Sistem Pengangkutan LNG Berskala Kecil

Jakarta,RuangEnergi.com-Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Maman Abdurrahman mengatakan dibutuhkan sebuah sistem pengangkutan Liquefied Natural Gas (LNG) berskala kecil dan mobile agar bisa menjangkau daerah remote di Indonesia.

Kalau memakai Floating LNG (FLNG) atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) tidak bisa menjangkau daerah-daerah yang jauh.

maman abdurrahman

“Kalau memakai Small Scale LNG Carrier yang nanti nya akan dibuat Truck Isotank LNG, jadinya mudah mobilisasinya,” tulisĀ  Maman Abdurraham kepada ruangenergi.com melalui pesan singkat.

Maman meminta penerapan Small Scale LNG dipilih yang lebih ekonomis dan berkualitas saja.

“Secara prinsip sistemnya seperti itu, terkait siapa yg dipakai saya pikir tinggal kita lihat mana yang lebih ekonomis dan berkualitas saja,”jelas Maman yang juga anggota DPR dari Fraksi Golongan Karya (Golkar).

Dalam catatan ruangenergi.com,PLN melakukan penandatanganan Perjanjian Induk Kerja Sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun infrastruktur LNG di 52 pembangkit listrik. Pembangunan infrastruktur LNG ini dalam upaya mengurangi konsumsi BBM agar bisa menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) tenaga listrik yang efisien.

“Dengan kerja sama itu, PGN akan menyediakan pasokan dan pembangunan Infrastruktur Liquefied natural gas (LNG) di 52 lokasi pembangkit listrik PLN,” kata Direktur Energi Primer PLN, Rudy Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/10).

Proyek Gasifikasi

Proyek gasifikasi pembangkit PLN di 52 lokasi ini sesuai penugasan dari pemerintah kepada PLN dan Pertamina dengan estimasi kapasitas pembangkit kurang lebih 1,8 GigaWatt. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) 13/ 2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, serta Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

BACA JUGA  Pertamina Foundation dan Friends Entertainment Bagikan Sembako di 11 Kota

Dalam pelaksanaan proyek ini, PGN bertanggung jawab untuk menyediakan pasokan gas atau LNG, membangun dan menyediakan infrastruktur gas atau LNG. Infrastruktur tersebut, meliputi jetty, fasilitas pembongkaran (unloading), fasilitas penyimpanan, regasifikasi, transportasi gas atau LNG, pipa gas sampai ke titik serah yang disepakati, termasuk metering regulating system (MRS) pada pembangkit listrik terkait. Perjanjian Induk ini juga untuk mengatur penyelarasan pasokan LNG dan gas dengan kontrak-kontrak penyediaan LNG dan gas milik PLN yang sudah ada.

Untuk tahap awal, PLN dan PGN sepakat melaksanakan tahap Quick Win di Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sorong, PLTMG Tanjung Selor, dan PLTMG Nias.

Tahap Quick win ditargetkan dapat menyediakan harga yang lebih rendah dari High Speed Diesel (HSD) di plant gate pembangkit PLN. Dalam implementasinya, para pihak akan sinergis dalam bentuk koordinasi, penyelarasan kerja sama pemanfaatan fasilitas, percepatan gasifikasi, optimalisasi serta peningkatan produktivitas fasilitas yang ditargetkan dapat selesai pada tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *