EMP Temukan Cadangan Minyak Baru di Riau, Hidupkan Kembali Sumur Gas Bentu

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) kembali menunjukkan agresivitasnya dalam memperkuat portofolio energi nasional. Perusahaan ini mengumumkan dua capaian penting sekaligus: temuan minyak baru di Blok South CPP serta keberhasilan reaktivasi sumur gas Bentu-2 di Blok Bentu, Riau.

Temuan minyak tersebut berasal dari sumur eksplorasi Cenako-1 Twin yang digarap oleh anak usaha EMP, PT EMP Tunas Energi. Sumur ini dibor hingga kedalaman 2.475 kaki dan menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.

Berdasarkan hasil uji awal dan analisis bawah permukaan per 17 Maret 2026, struktur Cenako diperkirakan mengandung sekitar 15,6 juta barel minyak di tempat (original oil in place). Angka ini menjadi sinyal positif di tengah upaya meningkatkan cadangan energi nasional. 

Wakil Direktur Utama sekaligus CFO EMP, Edoardus Ardianto, menegaskan bahwa perusahaan tidak berhenti pada tahap penemuan. EMP telah menyiapkan langkah lanjutan berupa akuisisi data seismik dan pengeboran tiga sumur tambahan, dengan potensi produksi mencapai sekitar 500 barel minyak per hari. 

Senada, Direktur Utama dan CEO EMP, Syailendra S. Bakrie, menekankan pentingnya percepatan komersialisasi temuan tersebut. Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan. 

Tak hanya di sektor minyak, EMP juga mencatat keberhasilan di lini gas. Melalui anak usaha EMP Bentu Limited, perusahaan berhasil mengaktifkan kembali sumur Bentu-2 yang sebelumnya dalam kondisi idle dan belum pernah diproduksikan.

Reaktivasi ini dilakukan melalui pembangunan pipa produksi sejak Desember 2025, dilanjutkan dengan pekerjaan workover intensif pada Februari hingga pertengahan Maret 2026. Hasilnya, sumur tersebut kini mampu memproduksi gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Secara keseluruhan, lapangan Bentu diproyeksikan dapat mencapai produksi hingga 15 MMSCFD. Menariknya, seluruh proses pengembangan ini dilakukan dengan biaya yang tetap berada di bawah anggaran, mencerminkan efisiensi operasional perusahaan. 

Dua pencapaian ini menegaskan strategi EMP dalam memaksimalkan aset yang ada sekaligus membuka potensi baru. Di tengah tantangan sektor energi global, langkah ini menjadi bukti bahwa eksplorasi dan optimalisasi lapangan lama tetap menjadi kunci dalam menjaga pasokan energi nasional.