Jakarta, ruangenergi.com – Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah Tahun 2026 yang berlangsung sejak 12 Maret 2026 resmi ditutup. Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan Wibisono yang mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pelaksanaan posko berjalan aman, lancar dan terkendali.
Yudhiawan menyampaikan, selama masa Posko Sektor ESDM RAFI 2026 ini, Indonesia menghadapi tantangan berat dengan kondisi geopolitik yang kurang kondusif. Untuk itu, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Posko beserta seluruh jajaran sektor energi dalam melaksanakan Posko Nasional Sektor ESDM ini.
“Posko ini bukan hanya sekadar pusat pengendalian, tetapi juga wujud nyata dari komitmen Pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri. Dalam kesempatan ini, Saya sangat bersyukur bahwa di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu, rangkaian kegiatan Posko Hari Raya Idulfitri Tahun 2026 telah berhasil kita lalui dengan aman, lancar, dan terkendali,” katanya, di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Kondisi yang aman, lancar dan terkendali tersebut tidak hanya berdasarkan laporan harian posko saja. Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM telah membuktikan dengan terjun langsung ke berbagai wilayah.
“Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM, LPG, gas bumi, dan keandalan pasokan listrik, yang Alhamdulillah semuanya dapat dikendalikan dengan baik. Termasuk juga kesiapan untuk antisipasi bencana oleh Badan Geologi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026 yang juga Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antarinstansi, Posko Nasional Sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Posko Nasional Sektor ESDM dan para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan posko sejak persiapan, pembukaan, pelaksanaan, hingga hari ini,” ujarnya.
Erika memaparkan, selama periode posko, ketahanan stok BBM dalam kondisi aman, baik untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, maupun Avtur. Ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari.
“Peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi penyaluran normal, paling signifikan terlihat pada jenis Gasoline dengan kenaikan sebesar 15 persen, sedangkan Gasoil turun sebesar 18 persen. Adapun avtur naik sebesar 7,2 persen dibanding penyaluran normal,” paparnya.
BPH Migas telah melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian, serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM yang tersebar di 67 Kabupaten/Kota dan 21 Provinsi meliputi wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Untuk LPG juga dilaporkan dalam kondisi aman. Ketahanan stok LPG nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG sebesar 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rerata normal.
Di bidang gas bumi, secara umum tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Subholding Gas Pertamina telah berhasil menyalurkan gas bumi kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial industri, sekitar 2.900 pelanggan kecil, 818 ribu pelanggan rumah tangga, dan pembangkit listrik termasuk PLN Group secara andal.
Kondisi pasokan aman juga terjadi pada sektor ketenagalistrikan. Sebanyak 17 sistem normal selama periode Posko yaitu Sumatera, Batam-Bintan, Belitung, Interkoneksi Kalimantan, Tarakan, Sulutgo, Ambon, Ternate-Tidore, Manokwari, Sorong, Wamena, Merauke, Nabire, Tambora, Timor, Flores, dan Jawa-Bali.
Sementara pada sektor geologi, terjadi sejumlah kejadian kebencanaan yaitu terdapat dua gunung api dengan status siaga yaitu Gunung Merapi dan Gunung Semeru. Selain itu, terjadi 43 gerakan tanah, 35 kejadian gempa bumi.
“Seluruh aktivitas gempa bumi, gunungapi, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, gas bumi, maupun ketenagalistrikan,” tutupnya.
Hadir dalam acara ini, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Anggota Komite BPH Migas yaitu Arif Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.
Selain itu hadir juga, Plh. Kepala Badan Geologi Lana Satria, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Plh. Direktur BBM BPH Migas Nuryanti Wijayanti, Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan KESDM Eri Nur Cahyanto, Direktur Pembinaan Program Ditjen Migas KESDM Hendra Gunawan, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, Direktur Transmisi dan Perincian Sistem PT PLN Edwin Nugraha Putra, serta perwakilan stakeholder lainnya.


