Jakarta, ruangenergi.com – Pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya melalui peningkatan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas). Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah melalui tahap studi mendalam.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, di Kantor Ditjen Migas, Jakarta (2/3), menyampaikan bahwa 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM hingga Februari 2026. Seluruh area tersebut telah melalui studi yang dilakukan oleh Badan Geologi dan LEMIGAS sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik.
“Ada 10 (sepuluh) area potensi blok migas baru yang telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS dibuka untuk calon investor. Studi tersebut merupakan bagian dari peran aktif Pemerintah melalui Badan Geologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas. 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi blok migas baru yang tempo hari dibuka oleh Kementerian ESDM secara luas,” papar Laode.
Adapun 10 area potensi blok migas yang dibuka tersebut yaitu:
Rupat
Puri
Karapan Baru
Pesut Mahakam
Bengara II
Maratua II
South Matindok
Lao-Lao
Rombebai
Northern Papua/Jayapura
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang semakin atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain fiscal terms yang lebih menarik dengan split bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga 50 persen, meningkat dari sebelumnya yang hanya 15–30 persen.
Selain itu, pemerintah juga memberikan fleksibilitas kontrak migas, di mana KKKS dapat memilih jenis kontrak baik cost recovery maupun gross split. Berbagai insentif hulu migas juga disiapkan untuk mendukung optimalisasi produksi serta pembebasan pajak tidak langsung (indirect tax) pada masa eksplorasi.
“Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” pungkas Laode.
Lebih lanjut, Laode menyampaikan bahwa pihaknya mengundang para calon investor yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan minat melalui dua metode, yakni Penawaran Langsung melalui Studi Bersama atau melalui Lelang Reguler.
Proposal Penawaran Langsung maupun Lelang Reguler untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai tanggal 1 April 2026 dan paling lambat pada 10 April 2026 secara lengkap dan benar.
“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada calon investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” jelas Laode.
Untuk mempermudah calon investor, Ditjen Migas juga membuka layanan coaching untuk persiapan proposal Studi Bersama maupun proposal Lelang Reguler mulai saat ini hingga 1 April 2026. Penjadwalan dapat dilakukan dengan menghubungi Ilham di nomor 085156872197.
Selain itu, calon investor juga dapat mengakses informasi terkait potensi migas dari 10 area tersebut melalui Akses Data Room di LEMIGAS hingga 10 April 2026 dengan penjadwalan melalui Nita di nomor 081296095629.
Informasi lebih lanjut mengenai setiap area dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/10areapotensimigas dengan password 1Map-Openarea, serta pembaruan informasi lainnya melalui laman https://www.esdm.go.id/wkmigas/.

