FT UB Cetak Doktor Pertama, Inovasi Sidik Bikin Panel Surya Lebih Efisien

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Malang, Jawa Timur. ruangenergi.com— Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) resmi menorehkan sejarah baru. Melalui Program Doktor (S3) Teknik Elektro, FT UB meluluskan doktor pertamanya setelah Sidik Nurcahyo, S.T., M.T. sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka pada 21 Januari 2026.

Momen ini bukan sekadar seremoni akademik. Lebih dari itu, Sidik menghadirkan terobosan di bidang energi terbarukan—khususnya teknologi panel surya—yang berpotensi meningkatkan efisiensi pemanenan energi listrik secara signifikan.

Dikutip dari website Prasetya UB, dalam disertasi berjudul “Inovasi Peningkatan Efisiensi Pemanen Energi Sel Surya menggunakan Metode Pengisian Kapasitor Bertahap dan Pemindahan Muatan”, Sidik meneliti cara agar listrik dari panel surya bisa dipanen lebih maksimal meski kondisi lingkungan berubah-ubah.

“Keluaran panel surya sangat bergantung pada intensitas cahaya, cuaca, dan beban. Karena itu dibutuhkan sistem kendali yang mampu beradaptasi,” jelas Sidik.

Penelitian ini berfokus pada pengembangan MPPT (Maximum Power Point Tracking)—sistem “pengatur” yang memastikan panel surya selalu bekerja pada titik daya paling optimal. Metode yang diusulkan Sidik membuat proses pelacakan titik daya maksimum tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi kondisi lapangan.

Hasil simulasi menunjukkan, pendekatan ini lebih unggul dibanding metode konvensional Perturb & Observe (P&O) yang selama ini banyak digunakan. Artinya, sistem tenaga surya ke depan bisa menjadi lebih efisien, stabil, dan andal—baik untuk rumah tangga, industri, hingga pembangkit berbasis energi terbarukan.

Sidik dibimbing langsung oleh Prof. Ir. Hadi Suyono, Ph.D. sebagai promotor, dengan Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah dan Dr. Muhammad Aziz Muslim sebagai ko-promotor.

Tim penguji terdiri dari Prof. Didik Rahadi Santoso, Dr. Mochammad Rusli, serta penguji luar negeri Prof. Ir. Dr. Hazlie bin Mokhlis.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Malang, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, turut hadir memberikan ucapan selamat. Kehadirannya menjadi simbol kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan institusi vokasi dalam mencetak SDM unggul berbasis riset.

Selain disertasi, Sidik juga menghasilkan publikasi ilmiah dan paten sederhana terkait sistem MPPT fotovoltaik. Ini menegaskan komitmen Program Doktor Teknik Elektro UB untuk mendorong riset yang tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi juga siap diterapkan di dunia nyata.

Kelulusan doktor pertama ini menjadi bukti bahwa Program Doktor Teknik Elektro UB siap menjadi pusat riset unggulan, khususnya di bidang energi terbarukan, sistem kendali, dan elektronika daya.

Sidik sendiri saat ini berkiprah sebagai dosen di Politeknik Negeri Malang dan menempuh seluruh jenjang pendidikannya di UB—S1 (2001), S2 (2009), hingga S3 (2026).

Tonggak ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak doktor yang mampu menghadirkan solusi teknologi masa depan, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.