Gas Tundan Akhirnya Mengalir ke Limau Timur

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Limau Timur, Sumsel, ruangenergi.com— Gas dari Struktur Tundan resmi dialirkan (gas in) ke LPG Plant Limau Timur pada Senin malam (19/01/2026), sebagai bagian dari upaya peningkatan pasokan LPG nasional. Keberhasilan ini mendorong kenaikan signifikan produksi gas, LPG, dan kondensat.

Berdasarkan informasi di lapangan yang diterima ruangenergi.com, gas in dilakukan pada pukul 22.40 WIB setelah seluruh rangkaian persiapan teknis dan pengamanan sistem diselesaikan. Sebelumnya, tim melakukan injeksi nitrogen ke pipa untuk memastikan kondisi pipa aman dan siap menerima aliran gas dari Struktur Tundan.

Dengan beroperasinya aliran gas tersebut, pasokan gas ke LPG Plant Limau Timur meningkat dari 18 MMSCFD menjadi 34 MMSCFD. Sejalan dengan itu, produksi LPG naik dari 62 metrik ton per hari menjadi 87 metrik ton per hari. Produksi kondensat juga mengalami peningkatan dari 235 barel per hari menjadi 335 barel per hari.

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait mengawal langsung proses gas in ini guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan keandalan operasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan memenuhi kebutuhan LPG dalam negeri.

Keberhasilan gas in Struktur Tundan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan pasokan LPG nasional serta memperkuat keandalan operasi fasilitas hulu migas di wilayah tersebut.

Operator untuk Struktur Tundan adalah Pertamina EP, yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina.

Struktur ini merupakan bagian dari aset operasional Pertamina EP di wilayah Sumatera Selatan. Berikut adalah detail operasional terkait proyek tersebut: Operator Utama: PT Pertamina EP. Fasilitas Tujuan: Gas dari Struktur Tundan dialirkan ke LPG Plant Limau Timur. Status Terbaru: Pada Senin malam, 19 Januari 2026, gas dari Struktur Tundan resmi mulai dialirkan (gas in) ke LPG Plant Limau Timur. Dampak Produksi: Pengaliran gas ini meningkatkan pasokan gas ke kilang tersebut dari sebelumnya 18 MMSCFD menjadi 34 MMSCFD, yang juga berdampak pada kenaikan produksi LPG dan kondensat nasional.

Kegiatan operasional di struktur ini diawasi langsung oleh SKK Migas bersama Pertamina EP untuk memastikan keandalan pasokan energi, khususnya kebutuhan LPG di dalam negeri.