Geliat ESG Dua Raksasa Migas Asli Asal Indonesia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta,ruangenergi.comEnvironmental, Social, Governance atau lazim disebut ESG kini mulai dikampanyekan oleh dua perusahaan minyak dan gas (migas) asli asal Indonesia, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk.

Dua raksasa migas asli asal Indonesia itu,sangat serius sekali menggarap komitmen ESG dalam geliat bisnis migas yang dijalankan oleh masing-masing perusahaan tersebut.

Dalam kampanye terkait ESG, PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa perusahaan ini terus mengukuhkan komitmennya menjalankan bisnis berdasarkan prinsip berkelanjutan dengan menerapkan aspek Environmental, Social, Governance (ESG). Langkah tersebut disampaikan secara transparan dan akuntabel melalui sistem pelaporan berkelanjutan (sustainability report).

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan Pertamina berkomitmen bukan hanya ingin menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia, tetapi juga memiliki  aspirasi untuk dikenal dan memiliki reputasi baik sebagai perusahaan yang ramah terhadap lingkungan, bertanggung jawab sosial dan mengedepankan good governance.

“Pertamina sudah merumuskan dan memiliki ESG strategy, roadmap hingga policy yang terus diperbarui untuk mewujudkan bisnis keberlanjutan,” ujar Fajriyah.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dua lembaga internasional, yakni  Alliance for Sustainable Development Goals (ASDGs) dan National Center for Sustainability Reporting.  Fajriyah menuturkan, Pertamina meraih penghargaan Internasional, Global Corporate Sustainable Award (GCSA) yang diselenggarakan oleh ASDGs bekerja sama dengan Taiwan institute Sustainable Energy (TAISE). Tahun ini merupakan pertama kalinya Pertamina berpartisipasi dalam GCSA dan berhasil meraih Bronze Award kategori Sustainability Reporting.

Penghargaan GCSA menilai kinerja ESG Pertamina dari Laporan Keberlanjutan Pertamina tahun buku 2020 dengan pengungkapan informasi melalui website “Keberlanjutan”. Penghargaan diserahkan oleh Vice President of the Republic of China (Taiwan) Dr. Lai Ching-te,

“Kami berharap, apresiasi ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan Pertamina grup di masa mendatang, serta memacu perusahaan-perusahaan lain di Indonesia untuk dapat bersaing di kancah global,” ujar Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Budi Santoso yang mewakili Pertamina.

Selain Pertamina, Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi juga meraih penghargaan ‘Great Practice Award’ dalam kategori Best Practice pada GCSA 2021. Subholding Upstream Pertamina unggul dengan Program CSR dalam aspek Community Involvement & Development (CID), yaitu Program Gampong Berdaya Tampur Paloh (The Empower Gampong Paloh Program) yang dijalankan Regional Sumatera melalui PT Pertamina EP Field Rantau. Selain Pertamina grup, penghargaan kategori Sustainability Report juga diraih oleh beberapa perusahaan lain dari Indonesia, Kanada, Perancis, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat.

GCSA memiliki kredibilitas yang tinggi dengan menghadirkan juri-juri profesional seperti Rajesh Chhabara – Managing Director CSRWorks International, Alan McGill – Global Sustainability Assurance Leader PWC UK – Edoardo Gai – Head of ESG Benchmarking S&P Global, Keiichi Ushijima – EY Climate Change and Sustainability Services, Dr Juniati Gunawan – Director Trisakti Sustainability Center, Prof Dr Ali Ghufron Mukti – Presdir BPJS Kesehatan, dan profesional lainnya yang bergerak di bidang ESG.

Pada kesempatan yang lain, di Jakarta, Pertamina juga berhasil meraih Gold Rank ke-empat kalinya sejak diselenggarakannya Ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021 yang dilaksanakan oleh National Center for Sustainability Reporting. Penghargaan diterima oleh VP Investor Relations, Juferson Victor Mangempis, diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta (17/11).

Sebelumnya ASRRAT disebut Sustainability Reporting Awards (SRA) dan telah dihelat sejak tahun 2005. Selain Pertamina, Pertamina Hulu Energi ONWJ juga mendapatkan Gold Rank dan Pertamina Drilling Contractor mendapatkan Silver Rank pada ASRRAT 2021.

“Apresiasi ini tentunya membawa energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan implementasi ESG. Penghargaan ini semakin meningkatkan reputasi kami sebagai perusahaan energi  nasional yang berkelas dunia,” pungkas Fajriyah.

Komitmen ESG Medco

Sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), MedcoEnergi merupakan salah satu dari sejumlah pelaku industri yang berperan aktif dalam memperkuat penerapan aspek ESG di wilayah sekitarnya. Perusahaan juga mengatasi berbagai tantangan dalam upayanya untuk bertransisi menuju pemanfaatan energi berkeadilan (equitable energy) serta menerapkan berbagai program sosial yang melibatkan masyarakat setempat.

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Hilmi Panigoro dalam diskusi “Masa Depan Industri Hulu Migas Indonesia” bersama SKK Migas dan insan media secara virtual pada Rabu, 10 November 2021 di Jakarta,memaparkan tiga pilar Environmental, Social and Governance (ESG) yang dilakukan perusahaannya.

Hilmi menuturkan Medco mendukung fokus keberlanjutan, yakni kepemimpinan dari dan oleh pekerja, pengembangan sosial dan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dalam diskusi itu, Hilmi dengan lugas memaparkan bahwa pada tahun 2020, MedcoEnergi melakukan investasi US$ 2,4 juta untuk pengembangan pekerja dan 21 persen peran tata kelola dipimpin wanita.

Hilmi mengklaim bahwa MedcoEnergi juga komitmen terhadap Anti Korupsi dengan sertifikasi ISO 37001 untuk Anti-Bribery Management System di aset migas maupun ketenagalistrikan

Selanjutnya, Hilmi memaparkan bahwa MedcoEnergi berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 11 persen dari tahun 2019-2020 dan intensitas emisi Scope 1 sebesar 15 persen dari tahun 2018 hingga Semester I-2021 di operasi migas. Perusahaan juga telah melakukan investasi beragam untuk program keanekaragaman hayati, dan lebih dari 172 ha hutan telah ditanami di sekitar wilayah operasi selama periode 2018-2020.

Dalam pemberdayaan masyarakat lokal, MedcoEnergi telah menginvestasikan US$ 1,8 juta dalam program pemberdayaan masyarakat. Realisasinya di antaranya berupa penyediaan akses sanitasi, air bersih dan listrik kepada masyarakat di area operasi, serta program budidaya lebah madu dan pembinaan koperasi penjahit perempuan yang terukur menggunakan Social Return on Investment (SROI).

ESG Intelligence Report

Dalam catatan ruangenergi.com, Oxford Business Group (OBG) melalui kemitraan bersama dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) meluncurkan ESG Intelligence Report terbaru berjudul “ESG and the Energy Transition” yang membahas berbagai kemajuan dan tantangan Indonesia dalam upaya untuk bertransisi menuju energi terbarukan yang sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan.

Dilaporkan bahwa Indonesia semakin berperan penting dalam pengembangan ekosistem ESG (Environmental, Social, dan Governance) baik secara regional maupun global. Beberapa perusahaan dalam negeri pun mulai meningkatkan kinerjanya agar mampu mengikuti standar internasional dalam hal penerapan aspek ESG.

Di Indonesia, penerapan aspek ESG semakin berkembang, diikuti dengan pembangunan sosial-ekonomi di berbagai wilayah non-Jakarta. Bebagai perusahaan di sektor publik dan swasta juga terus meningkatkan tata kelola guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada tahun 2030.

MedcoEnergi telah menerapkan strategi ESG yang meliputi metodologi untuk mengukur laba sosial atas investasi (social return on investment/SROI) dan dampak terhadap Agenda SDG PBB; upaya untuk mengatasi tantangan dalam penerapan aspek ESG berstandar internasional di dalam negeri; dan berbagai inisiatif untuk meminimalisasi dampak perubahan iklim dan mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, MedcoEnergi juga telah menerapkan berbagai langkah untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan, serta upaya lainnya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon.