Good News dari Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: 5 Blok Baru Dikuasai Konsorsium Kuwait–Shell

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa CEO Kuwait Foreign Petrloeum Exploration Company (Kupfec)—perusahaan hulu migas terbesar milik Pemerintah Kuwait—datang langsung ke Jakarta untuk melaporkan langkah strategis perusahaannya yang kini menguasai lima blok migas baru di Indonesia.

Secara ekslusif kepada RuangEnergi.com, Djoko bercerita, kelima blok tersebut digarap berpartner dengan Shell Upstream, raksasa migas asal Belanda yang bermarkas pusat di Inggris, yang kini resmi kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun melepas aset hulunya.

“CEO Kupfec datang khusus melapor bahwa mereka bersama Shell sudah masuk ke lima wilayah kerja baru. Ini sinyal kuat bahwa Indonesia kembali menjadi destinasi utama investasi migas global,” kata Djoko Siswanto, Selasa.

Fokus Anambas dan Natuna D-Alpha

Menurut Djoko, kerja sama strategis Kufpec–Shell tidak hanya sebatas eksplorasi, tetapi sudah masuk ke tahap joint study, termasuk untuk: Eksekusi Plan of Development (PoD) Lapangan Anambas. Pencarian mitra strategis untuk pengembangan Lapangan Natuna D-Alpha

Natuna D-Alpha dikenal sebagai salah satu lapangan gas terbesar di Asia Tenggara, namun memiliki tantangan kadar CO₂ yang sangat tinggi.

“Mereka serius. Bukan hanya ambil blok, tapi langsung menyiapkan skema pengembangan, termasuk Natuna D-Alpha yang selama ini dikenal kompleks,” ujar Djoko bercerita kepada ruangenergi.com

Masuknya Kuffec dan kembalinya Shell menjadi bukti bahwa reformasi fiskal, perizinan, serta skema kontrak yang didorong SKK Migas mulai membuahkan hasil.

“Ini menunjukkan kepercayaan global kembali tumbuh. Indonesia tidak lagi dipandang high risk, tapi high opportunity,” tegas Djoko.

Kufpec selama ini dikenal sebagai lengan internasional Kuwait Petroleum Corporation (KPC) dan hanya masuk ke negara-negara dengan potensi kelas dunia. Dengan menggandeng Shell, konsorsium ini diproyeksikan menjadi salah satu pemain hulu migas terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

SKK Migas berharap kerja sama ini akan: Mempercepat penemuan cadangan baru. Mendorong produksi gas nasional. Memperkuat ketahanan energi Indonesia