Good News dari Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: Proyek Gas Raksasa Masela Segera Groundbreaking, Nilainya Tembus USD20 Miliar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tokyo, Jepang, ruangenergi.com– Angin segar kembali berembus bagi pengembangan proyek gas raksasa di Indonesia. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa proyek Masela yang bernilai sekitar US$20 miliar semakin mendekati tahap pelaksanaan.

Dalam laporan yang disampaikan pada Minggu (15/3/2026), Djoko mengungkapkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Bahlil Lahadalia telah melakukan pertemuan penting dengan  Presiden Direktur INPEX Corporation, Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang. Pertemuan tersebut secara khusus membahas percepatan realisasi Proyek Abadi Masela, salah satu proyek LNG terbesar yang tengah disiapkan Indonesia.

Menurut Djoko, pembahasan antara pemerintah Indonesia dan operator proyek berjalan positif. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendorong proyek ini masuk tahap groundbreaking setelah proses penting di tingkat lokal diselesaikan.

“Kementerian ESDM bersama Presiden Direktur Inpex telah menyelesaikan pembahasan proyek Masela di Tokyo. Nilai investasinya sekitar USD 20 miliar dan rencananya groundbreaking dapat dilakukan setelah penyelesaian kompensasi bagi masyarakat,” ujar Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com, Minggu (15/03/2026).

Isu kompensasi masyarakat memang menjadi salah satu tahapan krusial dalam pengembangan proyek ini. Pemerintah dan operator memastikan bahwa hak-hak masyarakat di wilayah proyek harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan fisik dimulai.

Proyek Abadi LNG Masela sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor gas yang berlokasi di Blok Masela, Maluku. Lapangan ini diperkirakan memiliki cadangan gas raksasa dan akan menjadi salah satu sumber pasokan LNG penting bagi Indonesia di masa depan.

Selain berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi besar bagi kawasan timur Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan aktivitas industri turunan gas.

Dengan nilai investasi yang mencapai puluhan miliar dolar AS, Masela juga menjadi salah satu proyek hulu migas terbesar yang sedang didorong pemerintah untuk segera masuk tahap konstruksi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, groundbreaking proyek Masela akan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan investasi hulu migas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.