Nusa Dua, Bali, ruangenergi.com-Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendapat penghargaan dari PT Kilang Pertamina Balikpapan atas dukungan dan sinergi dalam pengawalan regulasi serta percepatan penyelesaian proyek strategis nasional, Jumat (13/2/2026).
Apresiasi ini menegaskan peran pemerintah sebagai akselerator utama transformasi sektor hilir migas menuju target besar: swasembada energi nasional.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan bukan sekadar pembangunan kilang, melainkan tonggak penting kemandirian energi Indonesia. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap proyek ini sangat besar karena dampaknya langsung terhadap kapasitas produksi bahan bakar berkualitas tinggi, khususnya solar dengan standar CN48.
“Kita harus pastikan kilang ini sudah bisa melayani produk CN48 untuk semua kebutuhan di dalam negeri. Kilang ini harus menjadi tonggak ketahanan energi sehingga kita tidak lagi bergantung pada impor solar,” tegas Laode.
Ia menjelaskan, proyek ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mewujudkan swasembada energi sesuai visi pembangunan nasional. Salah satu strategi kuncinya adalah hilirisasi migas—yakni meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri sekaligus integrasi dengan industri petrokimia.
Laode juga menyoroti lompatan besar pada tingkat kompleksitas kilang RDMP Balikpapan. Jika sebelumnya indeks kompleksitas hanya sekitar 3, kini meningkat menjadi sekitar 8. Angka ini menunjukkan kemampuan pengolahan yang jauh lebih maju, memungkinkan produksi BBM berkualitas tinggi sekaligus bahan baku petrokimia seperti propylene.
“Ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi transformasi struktur industri hilir migas kita. Kompleksitasnya tinggi dan teknologinya maju. Ini patut menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.
Dikutip dari website MIGAS, di hadapan para pemangku kepentingan dalam acara “Appreciation Night RDMP Balikpapan”, Laode menegaskan bahwa Presiden dan Menteri ESDM memberi perhatian khusus pada kesiapan operasional kilang. Fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh perizinan dan aspek teknis selesai tepat waktu agar produksi optimal bisa segera tercapai.
Pada kesempatan itu, penghargaan diserahkan oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan PT Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, kepada perwakilan Ditjen Migas yakni Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad serta Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro.
Menutup sambutannya, Laode menyampaikan harapan agar RDMP Balikpapan menjadi katalis menuju kedaulatan energi Indonesia.
“Selamat untuk Kilang Pertamina Balikpapan dan semua pihak yang mendukung. Semoga proyek ini mengantarkan Indonesia memiliki ketahanan dan kedaulatan energi yang semakin kuat ke depan,” pungkasnya.













