Hot Info: Mubadala Energy Minta Percepatan Pengembangan Blok Andaman

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM menerima kunjungan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy pada Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyampaikan permintaan dukungan percepatan proses agar dapat segera memulai kegiatan pengembangan lapangan di wilayah kerja Blok Andaman.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman mengatakan, kedatangan perwakilan Mubadala Energy bertujuan menyampaikan perkembangan rencana proyek sekaligus meminta dukungan pemerintah dalam percepatan tahapan persiapan pengembangan.

“Mereka sowan hari ini dan meminta bantuan percepatan, supaya bisa segera memulai kegiatan pengembangan lapangannya,” ujar Laode, Rabu (11/2/2026), bercerita kepada ruangenergi.com

Laode menjelaskan percepatan pengembangan Blok Andaman juga berkaitan dengan kesiapan infrastruktur gas nasional, khususnya rencana penyelesaian pipa Dusem (Duri-Sei Mangkei) pada 2027.

“Ya kan pipa Dusem selesai tahun 2027. Artinya Mubadala dapat mengupayakan agar gas Andaman setidaknya 2028 sudah masuk pipa Dusem. Jadi pipa yang kita bangun tidak idle,” kata Laode, bercerita.

Ia menegaskan pemerintah mendorong percepatan realisasi proyek agar momentum pembangunan infrastruktur gas dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kemudian, iya harus dipercepat Mubadala-nya. Untuk Andaman segera bangun fasilitasnya,” ujarnya.

Menurut Laode, pemerintah pada prinsipnya mendukung percepatan kegiatan hulu migas sepanjang tetap memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk aspek teknis, keselamatan, dan lingkungan.

Blok Andaman merupakan salah satu wilayah kerja migas yang dinilai prospektif di lepas pantai Sumatera. Pemerintah berharap percepatan pengembangan wilayah kerja ini dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional dalam jangka menengah hingga panjang.

Direktorat Jenderal Migas bersama pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses perizinan dan persiapan teknis dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.