Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026 — Di tengah “keringnya” temuan migas global sepanjang 2025, Indonesia justru tampil sebagai bintang baru eksplorasi dunia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Rystad Energy, temuan eksplorasi Indonesia pada Desember 2025 merupakan yang terbesar di dunia.
“Temuan dari lapangan Konta dan East Walanga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penemuan migas terbesar global pada Desember,” ujar Djoko dalam laporannya, Jumat (23/1/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Menurut Rystad Energy, sepanjang 2025 dunia hanya mencatat sekitar 5 miliar boe temuan migas konvensional — salah satu yang terendah dalam beberapa dekade terakhir. Penurunan ini dipicu oleh minimnya temuan besar dan dominasi lapangan kecil-menengah. Namun di tengah tren negatif tersebut, Indonesia justru mencetak rekor nasional.
“Indonesia membukukan Contingent Resources sebesar 1,1 miliar boe sepanjang 2025. Ini sinyal kuat bahwa potensi hulu migas kita masih sangat besar,” tegas Djoko.
Data Rystad menunjukkan bahwa pada Desember saja, total temuan global mencapai 374 juta boe, dengan Indonesia berada di peringkat pertama, mengungguli Norwegia dan Namibia.
Dua lapangan utama yang menjadi kontributor adalah: Konta dan East Walanga. Keduanya menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi wilayah prospektif untuk eksplorasi berskala global.
Djoko optimistis, capaian ini akan menjadi magnet baru bagi investor migas dunia.
“Insya Allah dengan data ini, semua investor hulu migas dunia akan berbondong-bondong datang berinvestasi di Indonesia. Mohon doa Bapak Ibu semua. Aamiin YRA.”
Keberhasilan ini juga memperkuat posisi Indonesia di tengah kekhawatiran global terhadap ketahanan pasokan energi.
Saat banyak negara mulai kehabisan temuan baru, Indonesia justru membuka babak baru sebagai pusat pertumbuhan eksplorasi migas Asia dan dunia.











