Indonesia Tancap Gas Jadi Hub CCS Asia-Pasifik, IICCS Forum 2026 Resmi Diluncurkan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Indonesia semakin serius menempatkan diri sebagai pemain utama dalam ekonomi karbon global. Melalui Soft Launching The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026, Indonesia menegaskan ambisinya menjadi pusat (hub) Carbon Capture and Storage (CCS) kawasan Asia-Pasifik.

Forum yang diinisiasi oleh Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) ini mengusung tema “Advancing Indonesia’s CCS Project Deployment: Driving Policy Alignment, Regional Collaboration, and Sustainable Carbon Economy”. Tema tersebut mencerminkan arah baru CCS yang tidak lagi sekadar solusi teknologi iklim, tetapi juga instrumen strategis pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, CCS menjadi salah satu pilar penting menuju Net Zero Emission, seiring meningkatnya tuntutan global untuk menekan emisi karbon. Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif berkat potensi geologi yang besar, khususnya pada depleted reservoir migas dan saline aquifer yang ideal untuk penyimpanan karbon.

Sebagai center of excellence pengembangan ekosistem CCS nasional, ICCSC menghadirkan IICCS Forum sebagai platform utama kolaborasi lintas sektor—mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, serta mitra internasional. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan rencana kerja konkret yang dapat langsung ditindaklanjuti.

Momentum IICCS Forum 2026 semakin kuat dengan dukungan kebijakan pemerintah yang kian solid. Sepanjang 2025, pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi kunci, antara lain:

  • Permen ESDM Nomor 16/2024 tentang penyelenggaraan penyimpanan karbon,

  • Perpres Nomor 110/2025 terkait Nilai Ekonomi Karbon (NEK),

  • PP Nomor 28/2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,

  • serta PP Nomor 19/2025 yang mengatur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk dari sektor CCS.

Tak hanya dari sisi regulasi, geliat industri CCS juga menunjukkan kemajuan signifikan. Sejumlah proyek domestik telah memasuki tahap studi kelayakan dan persiapan Final Investment Decision (FID). Sementara di level internasional, kerja sama Cross-Border CCS kian menguat melalui pendekatan government to government (G2G) dan business to business (B2B).

Penandatanganan MoU Cross-Border CCS dengan Singapura, serta kerja sama perdagangan kredit karbon dengan berbagai negara, menjadi bukti konkret meningkatnya kepercayaan regional terhadap Indonesia. Ekosistem pasar karbon nasional pun semakin matang, ditandai dengan tercapainya Mutual Recognition Agreement (MRA) bersama sejumlah lembaga internasional pada 2025.

Melalui peluncuran awal IICCS Forum 2026, ICCSC menargetkan peningkatan kesadaran publik mengenai urgensi CCS, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai jangkar ekonomi karbon regional. Forum ini diharapkan menjadi katalis percepatan investasi, harmonisasi kebijakan, dan kolaborasi lintas negara demi masa depan ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.