Inovasi Kilang Balikpapan Raih Medali Emas di IPITEX 2026 Thailand

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com– Inovasi teknologi produksi bahan bakar yang dikembangkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meraih Gold Medal dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Thailand.

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi bertajuk “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications” yang dikembangkan tim PC-Prove FOMO-DEX. Ajang IPITEX 2026 diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5–9 Januari 2026.

Inovasi ini memungkinkan peningkatan produksi Pertadex, bahan bakar diesel berkualitas tinggi rendah sulfur, tanpa mengganggu produksi avtur. Selain itu, metode tersebut juga mampu mengurangi pembuangan bahan bakar saat proses pembersihan pipa produksi (flushing line).

Berdasarkan data operasional tahun 2022, penerapan inovasi ini memberikan dampak signifikan, antara lain meningkatkan profit perusahaan hingga USD 7,2 juta, mempercepat waktu produksi dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, serta menurunkan emisi karbon sekitar 1.399 ton CO₂ per tahun.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti komitmen pekerja Pertamina dalam menghadirkan solusi inovatif.

“Inovasi menjadi strategi kami untuk beradaptasi. Keberhasilan ini membuktikan semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata demi menciptakan produk berstandar global,” ujarnya.

Ajang IPITEX 2026 diikuti 883 inovasi dari 24 negara, termasuk Inggris, Jepang, Kanada, dan Rusia. Selain meraih medali emas dari Thailand, inovasi Kilang Balikpapan juga memperoleh Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) yang diserahkan langsung oleh CEO API&R, Michal Szota.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut penghargaan ini menunjukkan kapabilitas sumber daya manusia Pertamina di tingkat global.

“Inovasi FOMO-DEX bersifat strategis karena memberikan nilai tambah finansial sekaligus mendukung komitmen keberlanjutan melalui pengurangan emisi karbon. Ini merupakan bukti transformasi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Baron.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim PC-Prove FOMO-DEX yang diketuai Adimas Prasetyaaji, dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, dan Deden Riskianandika, serta fasilitator Ferdana Eldriansyah. Sebelumnya, tim ini juga meraih Platinum Award pada ajang internal Pertamina APQA 2025.

Dengan pencapaian ini, PT KPI Unit Balikpapan memperkuat perannya sebagai penopang energi nasional sekaligus pelaku inovasi di tingkat global.