Intip ‘Kawah Candradimuka’ MIND ID: Cara BUMN Tambang Lahirkan Talenta Bermental Baja

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, tancap gas mengambil peran strategis dalam menyukseskan program Asta Cita Kabinet Merah Putih. Tidak hanya fokus pada target operasional tambang, perusahaan pelat merah ini kini gencar mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul demi mendorong kemandirian bangsa, swasembada energi, serta hilirisasi industri yang berkelanjutan.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Sebagai induk dari raksasa tambang seperti PT ANTAM Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT INALUM, PT Timah Tbk., dan PT Vale Indonesia Tbk., MIND ID memiliki visi besar menjadi pemain kelas dunia. Untuk itu, dibutuhkan nakhoda-nakhoda bisnis yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga tangkas (agile).

Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management MIND ID, Pambudi Sunarsihanto, mengungkapkan bahwa ekosistem MIND ID sangat masif. Jika dihitung hingga ke anak dan cucu usaha, terdapat total 82 perusahaan di bawah naungan grup ini.

“Keberadaan anak-cucu perusahaan tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan bagi karyawan internal di lingkungan MIND ID,” ujar Pambudi.

Ia menegaskan, fondasi utamanya tetap budaya AKHLAK BUMN, namun diperkuat dengan tiga perilaku kunci yang wajib dimiliki setiap karyawan: Tangkas (Agile), Bertanggung Jawab (Accountable), dan Semangat Melampaui Target (Going Extra Miles).

Jurus “MIND ID Academy”

Sejak 2019, MIND ID telah memiliki “pabrik” pemimpin bernama MIND ID Academy. Program ini dirancang sistematis menyesuaikan siklus karier karyawan (employee life cycle), mulai dari level pemula hingga persiapan pensiun:

  • Ground Zero: Pengenalan fungsi kerja bagi karyawan baru.

  • The Forge: Penempaan kemampuan di jabatan saat ini.

  • The Climb: Persiapan talenta unggul untuk naik ke posisi strategis.

  • Future Forward: Persiapan masa pensiun.

“MIND ID berharap dapat mencetak pemimpin agile yang memiliki kompetensi global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal,” tambah Pambudi.

Cetak Calon Direksi Lewat “Kawah Candradimuka”

Keseriusan MIND ID terlihat dari program pencetakan pimpinan puncaknya. Ada dua program elit, yakni Emerging Leaders Development Program (ELDP) untuk calon pemimpin operasional (level BOD-2), dan Senior Leadership Development Program (SDLP) untuk level strategis (level BOD-1).

Tidak main-main, peserta program ini harus melewati masa “gemblengan” intensif selama enam bulan, bahkan dikirim magang (apprenticeship) ke perusahaan global di luar negeri. Tujuannya agar mereka memiliki global mindset dan siap bersaing di kancah internasional.

“Dengan bangga dapat kami sampaikan bahwa program talent mobility yang diterapkan MIND ID saat ini telah menjadi salah satu tolok ukur di lingkungan Grup BUMN,” tegas Pambudi.

Bukti Nyata: Dari Analis Kimia Jadi Direktur

Strategi Talent Mobility ini terbukti bukan sekadar wacana. Dalam sesi Leadership Success Story, MIND ID memamerkan hasil nyatanya.

Salah satu contoh sukses adalah seorang Direktur Komersial di anggota holding yang memulai kariernya dari bawah sebagai analis kimia. Berkat program ELDP, kariernya melesat hingga ke kursi direksi. Ada pula kisah seorang Direktur Operasional yang merangkak dari posisi supervisor hingga menembus jajaran BOD-1 setelah ditempa di program SLDP.

“Sejumlah peserta program kepemimpinan MIND ID telah berhasil naik dari level manajerial menengah menjadi direktur di perusahaan anak dan cucu MIND ID,” pungkas Pambudi optimis.