Jajaki Bisnis Biometanol, Pertamina NRE Gandeng Crectech Singapura

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) semakin serius mengembangkan bisnis energi baru terbarukannya yang tercermin dari dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Rabu, (01/04/26), dengan CRecTech Pte. Ltd. (CRecTech) terkait eksplorasi pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatra, Indonesia.

CRecTech Pte. Ltd. adalah perusahaan teknologi bersih berbasis di Singapura yang mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan kimia serta bahan bakar bernilai tinggi melalui teknologi katalitik CRecREF™️, dengan fokus mendukung dekarbonisasi dan pengembangan kimia hijau.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan sumber daya energi terbarukan domestik secara lebih optimal, khususnya biogas yang memiliki potensi besar di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang pengembangan bahan bakar hijau generasi berikutnya, tetapi juga menjadi tonggak bagi kebermanfaatan signifikan untuk Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global. Selain itu, pengembangan biometanol berpotensi mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari sumber daya lokal.

CEO Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi bersih berbasis sumber daya lokal.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret Pertamina NRE dalam mengakselerasi pemanfaatan biogas menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol. Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi pasar maupun ketersediaan bahan baku, khususnya dari limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kemitraan dengan CRecTech yang memiliki teknologi inovatif, kami optimistis dapat membangun rantai nilai bahan bakar hijau yang kompetitif dan berkelanjutan. Ke depan, kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat segera ditingkatkan (scale up) ke level komersial yang lebih besar sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia,” ucap John.

Melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CRecTech akan melakukan studi bersama untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di KEK Sei Mangkei. Jika hasil studi menunjukkan potensi yang positif, kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan pemanfaatan teknologi katalitik CRecREF™️ milik CRecTech pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

“Teknologi CRecREF™️ milik CRecTech dirancang khusus untuk aplikasi seperti ini, yaitu mengonversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi, tanpa kebutuhan investasi besar seperti pada pabrik metanol konvensional. Potensi biogas di Indonesia sangat besar, dan Pertamina NRE merupakan mitra yang tepat untuk mengubah keunggulan sumber daya tersebut menjadi pasokan biometanol yang bernilai komersial. Kami senang dapat meresmikan kolaborasi ini dan menantikan pembuktian potensi yang dapat diwujudkan di Sei Mangkei,” jelas CEO CrecTech, Kang Hui Lim.

MoU ini juga dilatarbelakangi oleh percepatan transisi global dari bahan bakar laut konvensional menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan, khususnya di sektor pelayaran yang tengah bertransisi dari bahan bakar konvensional ke bahan bakar rendah karbon. Tak hanya itu, Indonesia sendiri memiliki potensi biogas yang signifikan, khususnya dari sektor kelapa sawit melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME). Pertamina NRE telah mengidentifikasi sejumlah lokasi dalam portofolionya, termasuk Sei Mangkei, yang memiliki ketersediaan bahan baku dalam skala besar.

Ke depan, pengembangan rantai nilai biogas ke biometanol terintegrasi ini diharapkan dapat menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai pusat produksi bahan bakar hijau di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kontribusi Indonesia dalam upaya penurunan emisi global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri.