Jalankan Program untuk Rakyat, Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Capai Rp13,19 Triliun

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Upaya Pemerintah dalam meningkatkan akses energi bagi masyarakat sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Berbagai program strategis di sektor energi berhasil mencapai target dan menjangkau masyarakat lebih luas. Capaian tersebut tercermin dari realisasi anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencapai Rp13,19 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, realisasi tersebut setara dengan 91,32 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp14,444 triliun. Sementara itu, sisa anggaran yang tidak terserap berasal dari pengembalian blokir efisiensi dan optimalisasi anggaran senilai Rp1,506 triliun.

“Penyerapan anggaran waktu itu kami janjikan akan di sekitaran di atas 90 persen, dan alhamdulillah realisasinya 91,32 persen. Sisanya sebagian dibintang oleh Kementerian Keuangan sekitar Rp1,5 triliun. Dari sisi anggaran dan penyerapan ini melahirkan beberapa target kinerja kita,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1).

Bahlil mengungkapkan, anggaran yang terserap sepanjang 2025 dialokasikan untuk mendukung program swasembada energi. Salah satu capaian utama adalah lifting minyak bumi yang mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui target 605 ribu bph. Sementara itu, rata-rata lifting gas bumi mencapai 951,8 MBOEPD, masih di bawah target 1.005 MBOEPD, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik.

“Sekalipun di awal tahun kita sempat merencanakan impor akibat potensi defisit antara konsumsi dan produksi, dengan kerja keras tim Kementerian ESDM, SKK Migas, serta beberapa BUMN, alhamdulillah sepanjang 2025 tidak ada impor LNG,” jelasnya.

Selain sektor hulu migas, anggaran 2025 juga dimanfaatkan untuk mempercepat program kelistrikan, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui program listrik desa. Sepanjang tahun 2025, pemerintah berhasil mengaliri listrik ke 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi di seluruh Indonesia.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) turut menjangkau 205.968 rumah tangga yang sebelumnya belum menikmati aliran listrik dari PLN. Pemerintah pun menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat teraliri listrik sepenuhnya.

“Program strategis energi ke depan adalah pengembangan listrik desa secara berkelanjutan. Target Presiden, pada 2029 seluruh desa dan dusun harus sudah selesai dialiri listrik,” kata Bahlil.

Capaian realisasi anggaran tersebut mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII, Junaidi Auly, menilai penyerapan anggaran yang tinggi mencerminkan keberhasilan pencapaian sasaran strategis sektor energi.

“Kami mengapresiasi realisasi anggaran yang mencapai 91,32 persen. Ini betul-betul mencerminkan capaian outcome strategis sektor energi,” ujarnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Kementerian ESDM telah menetapkan total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) setelah penajaman sebesar Rp9,34 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari rupiah murni Rp7,23 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp1,72 triliun, serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp0,39 triliun.