Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Angin segar kembali berhembus bagi industri hulu migas tanah air. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, membawa “Good News” pada Jumat (13/2/2026) terkait kesuksesan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL).
PetroChina dilaporkan berhasil menuntaskan kegiatan pengeboran pengembangan di Sumur Gemah-81 dengan hasil uji produksi yang sangat memuaskan. Keberhasilan ini menjadi kado manis di pertengahan Februari bagi ketahanan energi nasional.
Berdasarkan laporan yang diterima, uji produksi awal (well test) telah rampung dilakukan pada 11 Februari 2026. Sumur Gemah-81, yang memiliki target utama pada kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD), menunjukkan performa yang “tokcer”.
Pada bukaan choke 32/64 inci, sumur ini mampu memuntahkan gas dengan laju produksi 4,8 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD). Tak hanya gas, sumur ini juga mengalirkan kondensat (cairan hidrokarbon) sebesar 400 barel per hari (BOPD) dengan tekanan kepala sumur (Well Head Pressure) mencapai 1.080 psig.
Poin menarik lainnya dari keberhasilan ini adalah efisiensi dan keamanannya. Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dari sisi operasional, pengeboran Sumur Gemah-81 berjalan mulus tanpa insiden (zero accident).
Lebih impresif lagi, realisasi biaya pengeboran tercatat sebesar US$ 5,32 juta. Angka ini ternyata jauh lebih hemat, yakni hanya 85% dari anggaran (AFE) yang sebelumnya disetujui oleh SKK Migas. Ini membuktikan bahwa efisiensi tinggi tetap bisa dicapai tanpa mengorbankan hasil produksi.
Tak butuh waktu lama untuk menguangkan hasil temuan ini. SKK Migas memastikan bahwa gas dan kondensat dari Gemah-81 akan segera dialirkan ke fasilitas yang sudah ada (existing) di Gemah Station.
“Dalam waktu dua minggu ke depan, akan dilakukan pemasangan pipa sepanjang 300 meter dari sumur Gemah-81 untuk disambungkan ke fasilitas existing tersebut,” tulis laporan tersebut.
PetroChina Jabung tidak berpuas diri. Dalam satu bulan ke depan, mereka langsung tancap gas dengan rencana pengeboran dua sumur tambahan, yakni Sumur Gemah-85 dan Sumur NEB-85 ST.
“Mohon doa restu, semoga dua sumur berikutnya Insya Allah juga akan menghasilkan gas dan kondensat seperti Sumur Gemah-81 atau bahkan lebih besar,” harap Djoko Siswanto dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Keberhasilan ini diharapkan dapat terus mendongkrak lifting migas nasional dan memberikan kontribusi positif bagi penerimaan negara.













