Kado Energi untuk Negeri: Minyak Aljazair Resmi Berlayar Menuju Indonesia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

ORAN, Aljazair, ruangenergi.com – Semangat “Bring the Barrel Home” benar-benar mewujud nyata di Port Arzew, Oran, Aljazair, pada 24 Desember 2025.

PT Pertamina Internasional EP (PIEP), Regional Internasional anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, mencatatkan sejarah baru dalam ekspansi globalnya dengan sukses melaksanakan pengapalan perdana (first lifting) minyak mentah sebanyak 1 juta barel langsung menuju Indonesia.

Pengapalan kargo raksasa ini bukan sekadar aktivitas ekspor biasa, melainkan produksi pertama di bawah payung perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A. Kesepakatan ini memastikan bendera operasional Pertamina akan terus berkibar di ladang minyak Aljazair selama 25 tahun ke depan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Diplomasi Energi dan Sinergi BUMN

Proses krusial ini diawali dengan penandatanganan Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach. Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP), Jon Erwin, dan VP Commercialization Sonatrach, Mr. Mayouf Belgacem, meresmikan kesepakatan tersebut. Momen ini disaksikan langsung oleh petinggi kedua negara, termasuk President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan bahwa pencapaian ini memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain kunci di kancah migas internasional.

“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujar Syamsu. Ia juga menekankan harapan agar kolaborasi dengan Sonatrach semakin solid di masa depan.

Senada dengan itu, Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, mengungkapkan bahwa pengapalan ini adalah buah manis dari diplomasi panjang.

“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelas Dharmawan.

Duta Besar RI untuk Aljazair, Chalief Akbar, yang memantau langsung proses lifting di pelabuhan, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, minyak yang mengalir ke kapal tanker tersebut membawa pesan diplomasi yang kuat.

“Kegiatan ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung langkah Pertamina dalam mempererat kerja sama energi di masa mendatang dan tentunya mendukung kebijakan ketahanan energi pemerintah,” tegas Dubes Chalief.

Keberhasilan ini tidak lepas dari jejak panjang kemitraan strategis antara Pertamina dan Sonatrach yang telah terjalin lebih dari 25 tahun. Hubungan ini dimulai pada periode 2002–2003 lewat kontrak tahunan, berkembang dinamis dengan fleksibilitas transaksi spot pada 2006–2013, hingga mencapai fase ekspansi masif sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).

Direktur Utama PAEP, Jon Erwin, menambahkan bahwa kolaborasi solid ini telah memberikan landasan hukum dan operasional yang kokoh untuk mengoptimalkan potensi Blok 405A demi keuntungan kedua negara.

Operasi “pemulangan” minyak ini juga menjadi etalase kesuksesan integrasi antar-lini di tubuh Pertamina. Sinergi ini melibatkan Subholding Upstream (PHE) melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen, Subholding Shipping (PIS) sebagai pelaksana logistik internasional yang andal, serta Subholding Refining & Petrochemical (KPI) sebagai pengolah minyak tersebut di kilang dalam negeri.

Melalui langkah konkret ini, PIEP menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi Blok 405A, menjaga kedaulatan energi, dan mempererat persahabatan Indonesia-Aljazair.