Kado Manis Akhir Tahun: Bos SKK Migas ‘Pencet Tombol’, Minyak West Kampar Mengalir Deras!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Menjelang detik-detik akhir pergantian tahun, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak mengendurkan pedal gas. Justru sebaliknya, seluruh jajaran manajemen SKK Migas menyebar ke seluruh pelosok tanah air untuk memastikan target produksi nasional tercapai.

Salah satu aksi nyata terlihat di Wilayah Kerja (WK) West Kampar, Rokan Hulu, pada Selasa (23/12/2025). Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, terjun langsung ke lapangan untuk meresmikan Put On Production (POP) atau pengaliran minyak perdana dari sumur pengembangan PDL-21 di Lapangan Pedalian.

Sumur PDL-21 yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT. Asia Petroleum Gemilang Westkampar Indonesia (APGWI) ini selesai dibor hanya sehari sebelumnya, yakni pada 22 Desember 2025. Tanpa membuang waktu, tombol peresmian langsung ditekan, menandai mengalirnya minyak bumi dari perut bumi Rokan Hulu.

“Ini adalah agenda tunggal dan prioritas kami. Dengan beroperasinya sumur PDL-21, kita harapkan total produksi dari lapangan ini bisa terdongkrak mencapai kisaran 1.400 hingga 1.500 barel minyak per hari (BOPD),” ujar Djoko Siswanto di sela-sela kunjungan, bercerita kepada ruangenergi.com

Dalam kunjungan tersebut, Djoko didampingi oleh Deputi EPMWK Rikky R. Firdaus, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut C.W. Wicaksono, serta jajaran direksi APGWI termasuk Komisaris Abidin, Direktur Adi Prasetyana, Direktur Reza Sumendap, dan GM M. Yasin.

Djoko menyampaikan salam hangat dan apresiasi dari Menteri ESDM kepada seluruh pekerja di lapangan. “Bapak Menteri sejatinya ingin hadir langsung di tengah-tengah rekan-rekan, namun beliau ada panggilan tugas rapat mendesak dengan Bapak Presiden di Istana Jakarta,” ungkap Djoko.

Meski demikian, pesan Menteri jelas: keselamatan adalah harga mati. SKK Migas kembali mengingatkan seluruh pekerja untuk menjunjung tinggi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), terutama di tengah cuaca ekstrem bulan Desember.

“Jangan sampai ada unplanned shutdown. Kita sedang berada di injury time, sisa beberapa hari menuju 31 Desember 2025. Seluruh manajemen SKK Migas minggu ini berpencar, berbagi tugas ke semua WK Migas di Indonesia. Tujuannya satu: mengejar target produksi 605.000 barel per hari (KBD),” tegas Djoko penuh semangat.

Di balik kesuksesan POP sumur PDL-21, APGWI dan SKK Migas juga memetakan sejumlah tantangan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar tren positif ini berlanjut. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain: Percepatan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).Proses pembebasan lahan untuk pengeboran selanjutnya. Dukungan kemudahan FSA dengan area barat dan Pertamina Hulu Rokan (PHR). Percepatan Optimized Plant Layout (OPL) dan kontrak bersama untuk penggunaan rig.

Kunjungan ini ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran operasi di tengah tantangan cuaca akhir tahun. Semangat yang dibawa dari West Kampar sangat jelas: Lifting Naik, Bisa.. Bisa.. Bisa!