Jakarta – Kabar gembira datang dari wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Melalui pengeboran sumur pengembangan UA-9 di Lapangan Uniform, PHE ONWJ berhasil menambah produksi minyak sebesar 570 barel per hari (BOPD), jauh melampaui target rencana awal 276 BOPD. Ini hasil uji produksi 27 Agustus 2025 lalu.
“Alhamdulillah, ini capaian yang sangat menggembirakan. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang besar untuk pengembangan lapisan Reg-32 di Lapangan Uniform,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Sabtu (30/08/2025).
Sumur UA-9 merupakan sumur kedua di anjungan UA yang dikembangkan dengan target utama lapisan Reg-32. Dari hasil uji produksi tanggal 27 Agustus 2025, sumur ini mencatat Water Cut hanya 5% dengan tekanan alir 710–750 psig melalui mekanisme natural flow.
Proses pengeboran dilakukan secara miring (directional drilling) menggunakan rig PVD-II hingga kedalaman akhir 3.988 ft-MD. Hebatnya, pekerjaan rampung hanya dalam 24 hari, lebih cepat dari perkiraan 33,6 hari. Estimasi biaya yang dikeluarkan mencapai USD 6,15 juta atau sekitar 60% dari anggaran yang disetujui SKK Migas melalui AFE.
Tahap berikutnya, tim PHE ONWJ akan melanjutkan uji produksi dengan pemantauan ketat terhadap kandungan pasir sebelum menyalurkan minyak pada laju optimal.
“Kecepatan, efisiensi biaya, dan hasil produksi yang melebihi target adalah kombinasi ideal yang patut kita apresiasi. Ini bukti nyata bahwa kerja keras dan strategi pengembangan lapangan terus membuahkan hasil,” tambah Djoko.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan lebih lanjut di Struktur UA, Lapangan Uniform, sekaligus mendukung pencapaian target produksi nasional.