Kebocoran Pipa Gas PHR di Muara Enim, Warga Desa Gunung Raja Sempat Mengungsi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Muara Enim, Sumsel, – Kebocoran pipa gas mentah milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Prabumulih terjadi di Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan bau gas menyengat dan semburan asap putih tebal dari dalam tanah, sehingga warga panik dan keluar dari rumah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebocoran berasal dari pipa gas Sales 8 inchi yang diduga mengalami korosi. Gas terlihat menyembur dari tanah di sekitar jalur pipa.

Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi memilih mengungsi sementara karena khawatir terjadi ledakan.

“Kami mencium bau gas sangat kuat, lalu terlihat asap putih keluar dari tanah. Warga langsung menjauh,” ujar salah satu warga.

Menanggapi kejadian tersebut, PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field langsung menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi. Sr. Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengatakan kebocoran telah berhasil ditangani dan situasi kini dalam kondisi aman.

“Tim Emergency Response segera melakukan penanganan sehingga kebocoran dapat dikendalikan. Saat ini kondisi sudah kondusif,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima ruangenergi.com, Sabtu (24/01/2026).

Ia menambahkan, perusahaan juga melakukan langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kebocoran atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa.

“Silakan melapor ke kepala desa atau tim operasi PEP terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Luthfi.

Hingga Jumat siang, situasi di Desa Gunung Raja dilaporkan berangsur normal dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing.

Kepada ruangenergi.com, Sekretaris Perusahaan PHR Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida mengatakan penyebab kebocoran masih dalam penelusuran.