Keren! Perkuat Sinergi Perusahaan dan Pekerja, Pertamina Drilling Gelar Workshop Pembekalan PKB 2025–2027

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta — ruangenergi.com- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggelar workshop pembekalan terkait Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2025–2027 di Kantor Pusat MCC Tower, pada Jumat (11/7/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat pemahaman bersama serta membangun hubungan industrial yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlangsungan bisnis.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama dari lingkup hubungan industrial nasional, yaitu:

  • Dhatun Kuswandari, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan di Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI
  • David Muflihano, Executive Chairman Perkumpulan Praktisi dan Profesional Hubungan Industrial Indonesia (P3HI)

Dalam sambutannya, Dhatun Kuswandari menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap isu-isu strategis dan tantangan (constraints) yang dihadapi dalam dunia hubungan industrial saat ini. Ia juga mengapresiasi langkah Pertamina Drilling yang menjadikan PKB sebagai fondasi komunikasi konstruktif antara perusahaan dan pekerja.

Sementara itu, David Muflihano berbagi wawasan mengenai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan hubungan industrial di era yang dinamis. Ia mendorong para peserta untuk memperkuat peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang harmonis dan adaptif.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyampaikan harapannya agar workshop ini menjadi titik penting (tipping point) dalam memperkuat hubungan mutual antara perusahaan dan Serikat Pekerja (SP).

“Melalui forum ini, kami ingin membangun komunikasi yang aktif dan positif demi mendukung keberlanjutan bisnis. Kami juga ingin memastikan adanya keselarasan pemahaman dalam membentuk budaya kolaboratif, khususnya dalam merespons isu-isu strategis hubungan industrial,” ungkap Avep.

Senada dengan itu, Ketua Serikat Pekerja Pertamina Drilling, Rahmat Wijaya, menyatakan bahwa SP PDSI siap menjadi mitra strategis yang berkontribusi aktif dalam mencapai visi, misi, dan target perusahaan.

“Kami selalu mengedepankan musyawarah demi kepentingan bersama dalam setiap perundingan PKB. Ini telah terbukti melalui tiga perundingan PKB sebelumnya yang berjalan lancar,” tegas Rahmat.
“Pembekalan perundingan PKB sudah menjadi budaya baik di Pertamina Drilling, dan langkah ini akan membuat proses perundingan lebih terarah, efisien, dan produktif,” tambahnya.

Workshop ini tidak hanya menjadi ajang penyegaran (refreshment) bagi seluruh elemen perusahaan, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk membangun rapport antara manajemen, pekerja, dan para pemangku kepentingan. Dengan paparan dari otoritas ketenagakerjaan dan tokoh praktisi hubungan industrial nasional, peserta mendapatkan perspektif baru dalam membangun relasi kerja yang produktif dan adaptif.

Manajemen Pertamina Drilling menegaskan komitmennya dalam menjadikan Serikat Pekerja sebagai mitra strategis dan memprioritaskan hubungan bipartit yang harmonis. Baik perusahaan maupun SP sepakat untuk menyesuaikan isi PKB agar tetap relevan dengan dinamika bisnis dan perubahan zaman.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pertamina Drilling dalam menjunjung nilai-nilai profesionalisme dan keterbukaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, mendukung pencapaian visi perusahaan, dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.