Gayo Lues, Aceh, ruangenergi.com– Perjuangan memulihkan kelistrikan di Aceh pascabencana alam kini memasuki fase paling menantang. PT PLN (Persero) tengah berjibaku menembus medan berat demi mengembalikan cahaya bagi 176 desa yang masih terisolir akibat akses jalan yang terputus total.
Hingga Jumat (2/1), PLN mencatat dari total 6.500 desa di Provinsi Aceh, sebagian besar telah kembali menikmati listrik. Namun, sisa 176 desa yang tersebar di wilayah pegunungan dan pedalaman menjadi “medan perang” tersendiri bagi para petugas di lapangan. Kerusakan infrastruktur jalan yang parah membuat mobilisasi material dan personel menjadi tantangan ekstrem.
Titik-titik krusial yang masih gelap gulita tersebut meliputi 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, serta beberapa desa lain yang tersebar di Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Barat.
Dedikasi para petugas PLN di lapangan mendapat sorotan khusus dari Bupati Gayo Lues, Suhaidi. Ia menyaksikan langsung bagaimana tim PLN tak gentar menghadapi kondisi alam yang tidak bersahabat demi menyalakan kembali listrik di wilayahnya.
“Saya melihat bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring, Kecamatan Pining. Ini luar biasa,” ujar Suhaidi dengan nada haru.
“Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” tambahnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menarik mundur pasukan sebelum seluruh Aceh kembali terang benderang. Ia memastikan PLN berpegang teguh pada prinsip bahwa tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam kegelapan, seberat apapun medannya.
“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apapun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” tegas Darmawan.
Untuk menaklukkan medan yang sulit, PLN tidak bekerja sendirian. Koordinasi ketat dilakukan bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses jalan agar material kelistrikan bisa masuk ke lokasi bencana dengan aman.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa strategi pemulihan kini difokuskan pada pemetaan titik akses. Tim siaga telah ditempatkan di posko-posko terdekat dari desa terdampak, menunggu momen aman untuk segera melakukan eksekusi perbaikan.
“Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga dan siap melakukan percepatan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.
Meski dituntut cepat, Eddi menekankan bahwa aspek keselamatan (safety) tetap menjadi harga mati. “Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, namun tetap responsif dan terukur,” pungkasnya.













