Kontrak Sumur Masyarakat Diteken, Pasokan Minyak Lokal Mulai Mengalir ke Kilang Cepu

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar positif datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala Djoko Siswanto mengumumkan penandatanganan kontrak produksi sumur masyarakat antara Badan Kerja Sama Usaha (BKU) Jawa Tengah—yang melibatkan BUMD, koperasi, dan UMKM—dengan Pertamina.

Penandatanganan yang dilakukan pada Rabu pagi itu menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan produksi minyak dari sumur masyarakat ke dalam rantai pasok energi nasional.

“Alhamdulillah, pagi ini telah ditandatangani kontrak produksi sumur masyarakat antara BKU Jateng dan Pertamina,” ujar Djoko bercerita kepada ruangenergi.com

Pada tahap awal, produksi minyak dari sumur masyarakat langsung dikirim ke kilang untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kilang yang dimaksud adalah fasilitas pengolahan di Cepu yang berada di bawah Kementerian ESDM.

Pengiriman perdana diperkirakan mencapai sekitar 300 barel minyak per hari (BOPD). Ke depan, volume tersebut ditargetkan meningkat hingga berlipat ganda seiring optimalisasi produksi.

Djoko menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan lifting migas nasional.

Dengan bergabungnya Jawa Tengah, kini tercatat tiga provinsi yang telah berhasil menyalurkan minyak dari sumur masyarakat ke kilang melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yakni Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah. Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Pertamina dan PT Medco.

“Dengan demikian, sampai hari ini sudah tiga provinsi yang dapat mengalirkan crude oil dari sumur masyarakat ke kilang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djoko berharap provinsi lain segera menyusul, khususnya Sumatera Utara dan Aceh yang juga memiliki potensi sumur masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan agar program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi ketahanan energi nasional.

Menutup pernyataannya, Djoko menyampaikan optimisme terhadap peningkatan lifting migas nasional.

“Bersama kita bisa. Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” pungkasnya.