Kurang dari Setahun, Progres Pabrik Nikel Vale di Pomalaa Bikin MIND ID Kagum

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pomalaa, Sulawesi Tenggara, ruangenergi.com-Kemajuan signifikan proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara, mendapat acungan jempol dari induk holding BUMN pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Hal ini terungkap saat Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, melakukan kunjungan kerja langsung ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP). Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau kesiapan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) beserta infrastruktur pendukungnya.

Dalam kunjungannya, Tedy tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya terhadap akselerasi pembangunan fisik di lapangan. Ia menilai PT Vale mampu menunjukkan perkembangan nyata dalam kurun waktu yang relatif singkat.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan,” ungkap Tedy di sela-sela tinjauan, seperti dilaporkan kontributor ruangenergi.com, Saleh Abidin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah struktur proses utama, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan telah terpasang. Hal ini menandakan kesiapan teknis proyek untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

“Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” tambah Tedy menekankan kecepatan eksekusi proyek tersebut.

Di luar kecepatan konstruksi, Tedy menyoroti nilai strategis proyek HPAL Pomalaa bagi peta jalan hilirisasi nasional. Proyek ini dinilai krusial karena akan mengolah bijih nikel limonite—sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.

“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonite. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tegasnya.

Selain aspek teknis, MIND ID juga memberikan catatan positif terhadap integritas PT Vale dalam menjalankan operasionalnya. Tedy mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam menerapkan Good Mining Practice serta kepatuhan ketat terhadap perizinan.

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” puji Tedy.

Proyek IGP Pomalaa sendiri didesain sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga nilai tambah nasional. Dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), proyek ini diharapkan menjadi pilar baru dalam memperkuat rantai pasok industri nikel sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.