Lampaui Target APBN hingga Hijaukan Gresik, PGN Saka Panen Apresiasi Komisi XII DPR RI

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Gressik, Jawa Timur, ruangenergi.com– Tidak mudah menyeimbangkan target produksi migas yang tinggi dengan kelestarian alam. Namun, PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) berhasil membuktikan bahwa cuan dan lingkungan bisa berjalan beriringan.

Kinerja apik ini menuai pujian langsung dari Panja Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI saat melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas Onshore Processing Facility (OPF) Pangkah Limited di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).

Ketua Tim Panja, Putri Zulkifli Hasan, yang memimpin rombongan legislatif, mengaku terkesan dengan dapur operasional PGN Saka. Menurutnya, anak usaha PGN ini sukses membuktikan bahwa kepatuhan pada regulasi lingkungan bukanlah penghambat, melainkan pendukung kinerja.

“Kami melihat PGN Saka menunjukkan peningkatan kinerja hulu migas dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Komitmen perusahaan dalam penurunan emisi dan penerapan prinsip keberlanjutan patut diapresiasi,” ujar Putri dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para wakil rakyat menelisik detail pengelolaan limbah, pengendalian emisi, hingga standar keselamatan kerja (K3). Hasilnya? PGN Saka dinilai solid.

Tak hanya mengantongi sertifikasi internasional ISO 14001:2015, perusahaan ini juga mencatatkan prestasi gemilang dengan melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari sisi operasional. Ini menjadi bukti bahwa standar ‘hijau’ tidak menggerus produktivitas.

Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi, menjelaskan bahwa strategi bisnis perusahaan kini terintegrasi penuh dengan peta jalan pelestarian lingkungan. Salah satu buktinya adalah penghargaan Pilot Project Low Carbon Initiative (LCI) dari SKK Migas yang baru saja diraih.

“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami. Melalui program konservasi, kami menanam 120 ribu pohon mangrove secara bertahap dengan melibatkan masyarakat lokal di Banyuurip Mangrove Center,” jelas Intan.

Tak berhenti di penanaman pohon, PGN Saka juga mulai beralih ke energi bersih untuk operasionalnya. Intan mengungkapkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini telah terpasang di sejumlah fasilitas vital, seperti Well Head Platform (WHP)-C, WHP-D, dan West Pangkah, sejalan dengan target Net Zero Emission pemerintah.

Kunjungan kerja ini menjadi forum strategis antara DPR, pemerintah, dan pelaku usaha. Tujuannya satu: memastikan hulu migas nasional tetap berdaya saing namun tetap ‘sayang’ bumi.

Turut hadir mendampingi kunjungan ini jajaran direksi PGN Saka, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim dan Kabupaten Gresik, serta Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan.