Laris Manis! Pertamina Geothermal (PGEO) Oversubscribed USD 3,3 Miliar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.comPT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mencatat raihan positif dalam penerbitan obligasi berwawasan hijau (green bond) di pasar global. Penerbitan green bond PGEO mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai USD3,3 miliar.

Chief Analyst Deu Calion Futures (DCFX) Lukman Leong mengatakan tujuan refinancing PGE dalam penerbitan surat utang bisa menjadi sentimen negatif.

“Karena bukan untuk pengembangan bisnis, maka langkah (penerbitan) obligasi untuk bayar utang,” ujarnya, Rabu (24/5/2023).

Selain itu, peringkat atau rating BBB- dari Fitch Ratings menjadi salah satu faktor utama pemangkasan target surat utang luar negeri PGEO.

“Dengan rating seperti itu pelaku pasar melihat risiko gagal bayarnya terlalu besar,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah mengungkapkan, dari nilai penerbitan green bond ini PGEO berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai USD3,3 miliar.

“Sentimen positif yang kami dapatkan menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi investasi di sektor geothermal pada khususnya dan energi terbarukan (EBT) di Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini juga semakin mengukuhkan komitmen kami dalam mengembangkan potensi energi hijau di Indonesia,” ujarnya.

Nelwin menambahkan secara fundamental PGE saat ini sudah memiliki dana yang kuat untuk tahapan awal pengembangan bisnis.

Utamanya, kata dia, dalam hal pencapaian target tambahan kapasitas terpasang sebesar 600 MW dalam 5 tahun kedepan.

“Dana green bond ini menjadi stimulus yang akan memperkuat bisnis PGE ke depan,” ujarnya.

Untuk informasi, Green bond PGE berhasil membukukan USD400 juta pada 27 April 2023.