Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan lelang sejumlah blok minyak dan gas (migas) secara bertahap, termasuk wilayah potensial di Provinsi Aceh. Lelang ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk menarik investasi sektor hulu migas sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
Program lelang tersebut dilaksanakan bersamaan dengan penawaran sejumlah blok migas lain di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membuka peluang eksplorasi baru guna menemukan cadangan migas yang dapat mendukung target produksi nasional.
Saat ini tercatat terdapat tiga blok migas di Aceh yang berstatus open area, yaitu wilayah yang terbuka bagi investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi atau tahap pencarian sumber minyak dan gas bumi. Ketiga blok tersebut meliputi Blok Meuseraya yang berada di daratan Aceh, serta Blok Southwest Andaman dan Blok Jalu yang berada di lepas pantai Aceh, tepatnya di perairan Andaman.
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, menjelaskan bahwa meskipun ketiga blok tersebut secara administratif berada di wilayah Aceh, tidak semuanya berada di bawah kewenangan BPMA. Menurutnya, BPMA hanya mengelola Blok Meuseraya karena lokasinya berada di daratan Aceh.
“Secara wilayah di Aceh, tapi tidak semua di bawah BPMA. Yang berada di bawah BPMA hanya Meuseuraya karena itu ada di darat. Kalau dua lagi itu berada di atas 12 mil laut, sehingga menjadi wewenang SKK Migas,” ujar Nasri Djalal.
Nasri menambahkan, Blok Meuseraya sendiri merupakan hasil penggabungan dari Blok Meuligoe dan Blok South Block A (SBA). Menurut dia, memasuki tahap akhir penyelesaian administrasi dengan pemerintah Aceh.
Pemerintah berharap Blok Meuseraya dapat segera menarik minat investor untuk memulai kegiatan eksplorasi. Kehadiran investasi baru di sektor hulu migas dinilai penting untuk mendukung target produksi minyak nasional yang dicanangkan mencapai 1 juta barel per hari pada tahun 2030.
Dengan potensi sumber daya migas yang masih besar, Aceh dinilai menjadi salah satu wilayah strategis dalam peta energi nasional. Lelang blok migas ini sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta penguatan industri penunjang migas di wilayah tersebut.
Kalau mau, saya bisa bikin versi lebih tajam (headline lebih “nendang”), versi analisis energi, atau versi rilis pers resmi. Mau diarahkan ke gaya apa?












