Mantap! MIND ID Perkuat Hilirisasi Mineral Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com— Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi mineral dan batu bara nasional melalui pengelolaan sumber daya alam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah industri sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan perusahaan menjalankan peran sebagai strategic active holding dengan mengintegrasikan seluruh kegiatan di dalam grup, mulai dari aktivitas penambangan, pengolahan, hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Integrasi ini penting agar pengelolaan sumber daya mineral tidak berhenti pada aktivitas penambangan, tetapi mampu menciptakan nilai tambah industri yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Pria dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, program hilirisasi yang dijalankan seluruh anggota Grup MIND ID dirancang saling terhubung dalam satu rantai nilai industri mineral nasional. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri mineral nasional yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi bagi negara.

Pada sektor hulu, MIND ID menerapkan prinsip Good Mining Practice sejak tahap prapenambangan, kegiatan produksi, hingga pascatambang. Pendekatan ini memastikan kegiatan operasional tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasi.

Perlindungan ekosistem, menurut Pria, menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai tambah industri yang berkelanjutan.

Di sisi hilirisasi, MIND ID tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis yang menjadi penggerak rantai nilai industri mineral nasional. Proyek tersebut antara lain pembangunan fasilitas Module & Pack (M&P) Plant serta Cell Plant Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang sebagai bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Selain itu, MIND ID juga membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta melakukan ekspansi fasilitas logistik batu bara di koridor Tanjung Enim–Kramasan guna meningkatkan efisiensi rantai pasok industri energi.

Penguatan hilirisasi tersebut sejalan dengan tren investasi nasional yang menunjukkan sektor pengolahan sumber daya alam semakin menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Pada 2025, sektor hilirisasi tercatat menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional.

Pria menegaskan bahwa manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin pada peningkatan nilai tambah industri, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja lokal, peningkatan penerimaan daerah, serta pembangunan infrastruktur di wilayah operasi.

“MIND ID memastikan setiap sumber daya mineral yang dikelola mampu menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK), peningkatan akses kesehatan, serta penguatan pendidikan masyarakat agar pertumbuhan industri mineral dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.