Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Angin segar berhembus dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di perairan Madura. Setelah sempat diwarnai dinamika sosial dengan nelayan setempat, kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) North Ketapang kini berjalan mulus.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, membawa kabar baik ini langsung kepada jajaran pimpinan kementerian. Ia melaporkan bahwa hambatan non-teknis berupa ketidakjelasan ganti rugi masyarakat nelayan telah tuntas teratasi.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama solid antara SKK Migas, Muspida, dan tokoh masyarakat, isu ganti rugi nelayan dapat diselesaikan dengan baik. Kegiatan seismik dan pemboran kini aman dan lancar,” ujar Djoko dalam laporannya, bercerita kepada ruangenergi.com, Selasa (09/12/2025), di Jakarta.
Dengan meredanya isu sosial, fokus kini beralih penuh ke teknis operasional. Jack-Up Rig Valesto, raksasa pengeboran yang ditugaskan di lokasi, dilaporkan telah memasuki titik pemboran dengan aman.
Saat ini, operator lapangan Petronas Carigali tengah memacu progres pengeboran di Lapangan Barokah. Progres dilaporkan sudah mencapai 50%, dengan target teknis yang cukup ambisius. Target Formasi: Struktur Karbonat Ngimbang. Kedalaman Target: 3.350 meter (MD).
SKK Migas menargetkan pengeboran ini rampung pada minggu keempat Desember 2025. Jika semua berjalan sesuai rencana dan minyak berhasil ditemukan, penemuan ini akan menjadi penutup manis tahun 2025 sekaligus pembuka optimisme di tahun yang baru.
“Mohon doanya agar pengeboran eksplorasi ini menemukan minyak. Insya Allah, ini bisa menjadi hadiah Tahun Baru 2026,” pungkas Djoko penuh harap.
Ringkasan Data Pengeboran:
-
Lokasi: Perairan Madura (WK North Ketapang)
-
Lapangan: Barokah
-
Operator: Petronas Carigali
-
Rig: Jack-Up Rig Valesto
-
Status: Drilling 50% (On Progress)
-
Estimasi Selesai: Akhir Desember 2025













