Mengawali 2026, Elnusa Tancap Gas Percepat Jasa Eksplorasi Migas di Indonesia Timur dengan Penguatan Teknologi Seismik

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi, memfokuskan langkah pada percepatan pekerjaan jasa eksplorasi migas melalui penguatan kapabilitas seismik darat (onshore), sejak awal tahun 2026. Langkah ini menegaskan komitmen Elnusa dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan mengedepankan teknologi dan inovasi sebagai pengungkit utama percepatan eksplorasi, termasuk melalui pelaksanaan awal kegiatan survei di kawasan strategis Indonesia bagian timur.

Akselerasi ini sejalan dengan tema besar Elnusa, yang menempatkan penguasaan teknologi mutakhir dan pendekatan inovatif sebagai fondasi pengembangan bisnis jasa energi yang berkelanjutan. Melalui strategi ini, Elnusa berupaya menghadirkan solusi eksplorasi yang lebih andal, presisi, dan adaptif dalam menjawab tantangan industri migas nasional.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa penguatan teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat eksekusi proyek eksplorasi sejak awal tahun.

“Elnusa mengawali 2026 dengan fokus mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi melalui investasi pada teknologi seismik generasi terbaru. Penguatan ini kami lakukan untuk memastikan kualitas data yang optimal, efisiensi pelaksanaan proyek, serta penerapan standar keselamatan dan keandalan operasional yang tinggi, sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional,” ujar Rustam.

Lebih lanjut, Rustam menegaskan kesiapan Elnusa dalam mendukung kegiatan survei seismik di Indonesia Timur. “Kawasan timur Indonesia membutuhkan pendekatan teknologi yang fleksibel dan adaptif. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, Elnusa siap mendukung kebutuhan survei seismik di wilayah tersebut secara lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas tersebut, Elnusa melakukan investasi strategis berupa pengadaan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes dengan daya tahan operasional lebih panjang, yang didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi dual-platform ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan dan pelaksanaan survei, memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk survei seismik 2D maupun 3D.

Teknologi seismik nodal ini dirancang untuk menjawab tantangan khas kawasan Indonesia Timur yang memiliki keragaman struktur geologi, kondisi medan yang menantang, serta keterbatasan akses di sejumlah wilayah kerja. Sistem berskala besar dimanfaatkan untuk survei seismik 3D pada area luas, sementara sistem portabel mendukung survei 2D, pengujian parameter, serta survei awal di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional. Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data diharapkan dapat mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Dengan penguatan kapabilitas seismik sejak awal 2026, Elnusa semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional yang mengedepankan keandalan operasional, keselamatan kerja, serta penguasaan teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Elnusa dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi migas nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Ke depan, Elnusa akan terus menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi, guna menghadirkan solusi yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.