Menjelang Akhir 2025, PNBP Sektor ESDM Tembus Rp228 Triliun

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Kinerja sektor energi dan sumber daya mineral kembali menunjukkan perannya sebagai penopang penting penerimaan negara. Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencapai Rp228,05 triliun per 18 Desember 2025.

Capaian tersebut mencerminkan kontribusi signifikan sektor energi dan mineral dalam menjaga stabilitas fiskal nasional, sekaligus menunjukkan efektivitas pengelolaan sumber daya alam di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Gita Lestari, mengatakan bahwa capaian PNBP ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian ESDM dan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang berkelanjutan.

“Pencapaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat dalam menjaga tata kelola sumber daya alam agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” ujar Gita di Jakarta, Kamis (18/12).

Dari sisi kontribusi subsektor, penerimaan terbesar masih berasal dari sektor Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara (Minerba) dengan realisasi mencapai Rp124,63 triliun. Sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) menyusul sebagai kontributor kedua dengan nilai Rp91,82 triliun. Sementara itu, sektor Panas Bumi mencatat penerimaan sebesar Rp2,45 triliun, dan iuran badan usaha serta layanan jasa teknis lainnya menyumbang Rp9,15 triliun.

Gita menjelaskan bahwa pencatatan PNBP sektor ESDM dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pada Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada pencatatan internal Kementerian ESDM, realisasi PNBP yang menjadi tanggung jawab teknis kementerian telah melampaui target.

“Pada catatan internal Kementerian ESDM, realisasi PNBP telah mencapai Rp130,71 triliun atau sekitar 102,57 persen dari target,” jelasnya.

Adapun sebagian penerimaan lainnya, khususnya yang berasal dari sektor migas dan panas bumi, dicatat pada akun Kementerian Keuangan. Hingga pertengahan Desember 2025, realisasi PNBP pada pencatatan tersebut mencapai Rp97,3 triliun.

Dengan sisa waktu tahun anggaran yang masih tersedia, Kementerian ESDM optimistis target PNBP sektor ESDM tahun 2025 dapat tercapai. Pemerintah menargetkan PNBP sektor ini berada di kisaran Rp256 triliun hingga akhir tahun.

“Dengan realisasi saat ini sebesar Rp228,05 triliun, insyaallah target PNBP sektor ESDM tahun 2025 sekitar Rp256 triliun dapat tercapai,” tutup Gita.